INDOZONE.ID - Iran memastikan Selat Hormuz terbuka bagi semua kapal yang tidak terafiliasi dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Pada Senin 23 Maret 2025, waktu setempat, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menjelaskan negaranya memastikan keamanan setiap kapal yang hendak melewati Selat Hormuz, kecuali bagi kapal dengan afiliasi terhadap AS dan Israel.
Ia menyampaikannya saat berkomunikasi dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, melalui telepon.
"Iran telah mengambil langkah untuk memastikan keamanan pelayaran lewat jalur air ini dan akan melakukan koordinasi yang diperlukan bagi kapal yang tidak berafiliasi dengan pihak agresor," kata Pezeshkian, seperti dikutip kantornya, dilansir dari ANTARA, Rabu (25/3/2026).
Iran memang memblokade Selat Hormuz sebagai dampak dari serangan AS-Israel ke wilayahnya sejak 28 Februari 2026.
Baca juga: Teheran Diguncang Ledakan, Iran Balas Target Pangkalan AS
Namun, Ali Mousavi, perwakilan Iran untuk Organisasi Maritim Internasional (IMO), menegaskan kapal-kapal, kecuali milik musuh, bisa melalui Selat Hormuz jika berkomunikasi dengan negaranya.
Kamu harus tahu, Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk Persia ke seluruh dunia. Sebagai salah satu rute maritim penting dalam distribusi energi, pengetatan navigasi di Selat Hormuz akan membuat banyak negara meradang.
Eskalasi Perang
Sementara itu, sejak perang pecah yang dimulai dengan serangan AS-Israel ke Iran, aksi saling berbalas serangan terjadi.
Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Perlu diketahui, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, jadi salah satu korban dari serangan AS-Israel. Posisi Ali Khamenei digantikan oleh putra keduanya, yaitu Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei.
Baca juga: Iran Ancam Serang Pembangkit Listrik di Teluk, Trump Beri Ultimatum 48 Jam
Setelah Ali Khamenei, Iran juga kehilangan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Larijani, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, dan Menteri Intelijen Esmaeil Khatib.
Meninggalnya para tokoh penting Iran membuat negara tersebut berjanji akan membalas AS-Israel. Tak ayal, eskalasi perang belum mereda hingga sekarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara