Selasa, 24 MARET 2026 • 19:00 WIB

PBB Sebut Setiap Hari Ada 87 Anak yang Tewas Sejak Awal Perang di Timur Tengah

Author

Seorang anak laki-laki Palestina menangis di pemakaman. (REUTERS/Haseeb Alwazeer)

INDOZONE.ID - Wakil Direktur Eksekutif Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) Ted Chaiban mengatakan, lebih dari 2.100 anak tewas atau terluka sejak dimulainya perang di Timur Tengah.

"Dua puluh tiga hari setelah konflik yang semakin memanas di Timur Tengah, anak-anak di seluruh kawasan tersebut menanggung penderitaan yang sangat berat. Konflik yang semakin meluas atau berkepanjangan akan menjadi bencana bagi jutaan orang lainnya," kata Chaiban kepada wartawan di kantor pusat PBB di New York, Senin (23/3/2026).

Ia menambahkan, jumlah korban itu termasuk 206 anak yang tewas di Iran, 118 di Lebanon, empat di Israel dan satu di Kuwait.

Baca juga: Dari Beirut hingga Gaza, Kisah Getir Warga Timur Tengah Rayakan Idul Fitri di Tengah Kecamuk Perang

"Itu berarti rata-rata sekitar 87 anak tewas atau terluka setiap hari sejak awal perang," jelasnya.

Selain korban tewas dan luka, perang yang terjadi juga memaksa warga sipil mengungsi dengan jumlah besar di sejumlah negara.

Badan Pengungsi PBB memperkirakan jumlah pengungsi di Iran mencapai ekitar 3,2 juta orang, termasuk sekitar 864 ribu anak. Sementara itu, di Lebanon, lebih dari 1 juta orang terpaksa mengungsi, dengan sekitar 370 ribu di antaranya merupakan anak-anak, ujar Ted Chaiban.

Chaiban menambahkan, bahkan sebelum konflik terbaru memanas, sekitar 44,8 juta anak di kawasan Timur Tengah sudah hidup dalam kondisi yang terdampak konflik.

Ia juga menyoroti kondisi di Lebanon usai kunjungan terbarunya. Menurutnya, situasi yang terjadi di negara tersebut, serta di kawasan secara keseluruhan, membutuhkan perhatian serius dan respons bersama dari berbagai pihak.

Di Lebanon sendiri, lebih dari 350 sekolah negeri kini digunakan sebagai tempat pengungsian, sehingga mengganggu proses belajar sekitar 100 ribu siswa. 

Di sisi lain, layanan publik juga mengalami tekanan berat, mulai dari rusaknya sistem air hingga jatuhnya korban tenaga kesehatan saat berupaya menyelamatkan warga.

Chaiban memperingatkan bahwa meskipun UNICEF telah menjangkau sekitar 151 ribu pengungsi di lebih dari 250 lokasi penampungan serta daerah terpencil dengan bantuan kebutuhan dasar, termasuk dukungan air dan sanitasi di 188 titik yang melayani sekitar 46 ribu orang, kebutuhan di lapangan terus meningkat lebih cepat dibandingkan dengan sumber daya yang tersedia.

Baca juga: Tegas! Perdana Menteri Spanyol Desak Hak Veto di PBB Dihapus

"Kami mengingatkan semua pihak tentang kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional," kata Chaiban.

Dia juga mengutip pernyataan sekretaris jenderal PBB bahwa "kita membutuhkan deeskalasi dan jalan politik untuk mengakhiri perang ini".

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU