Senin, 23 MARET 2026 • 19:25 WIB

Iran Ancam Tebar Ranjau di Teluk Persia, Jalur Minyak Dunia Terancam Lumpuh?

Author

Sebuah kapal kargo berlayar di dekat selat Hormuz. (REUTERS/Stringer)

INDOZONE.ID - Iran mengancam akan mengerahkan angkatan lautnya untuk menebar ranjau di seluruh Teluk Persia. Ancaman ini sebagai respons jika AS dan Israel menyerang pantai atau pulau-pulau milik Iran.

Pemerintah Iran meyakini bahwa langkah tersebut sebagai cara paling efektif untuk menutup jalur perairan penting di kawasan itu.

Dilansir Fars, Dewan Pertahanan Nasional Iran mengatakan, mereka akan menebar ranjau laut jika musuh berupaya menargetkan pantai atau pulau-pulau Iran.

Lebih lanjut, ranjau yang akan ditebar Iran berbagai jenis termasuk ranjau terapung yang dapat diluncurkan dari pantai.

Baca juga: Jepang Buka Peluang Kirim Pasukan ke Selat Hormuz, Syaratnya Gencatan Senjata

Pernyataan tersebut memperingatkan bahwa jika situasi terus memburuk, kawasan Teluk Persia berpotensi mengalami kondisi serupa dengan Selat Hormuz dalam waktu lama. 

Artinya, jalur pelayaran utama bisa terganggu bahkan tertutup. Mereka juga menegaskan bahwa pihak yang memulai serangan harus bertanggung jawab atas dampak yang terjadi.

Dewan itu menambahkan, satu-satunya cara bagi negara-negara yang tidak terlibat konflik untuk melintasi Selat Hormuz dengan aman adalah dengan berkoordinasi dengan Iran.

Sejak awal Maret, aktivitas di Selat Hormuz memang sudah terganggu. Padahal, sekitar 20 juta barel minyak biasanya melintasi jalur ini setiap hari. 

Gangguan tersebut berdampak langsung pada kenaikan biaya pengiriman serta mendorong harga minyak dunia ikut melonjak.

Ketegangan di kawasan juga terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari. 

Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menyasar Israel, serta wilayah seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. 

Baca juga: 5 Sekutu Amerika yang Menolak Ajakan Trump untuk Terlibat Operasi "Membuka" Selat Hormuz

Serangan ini menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta turut mengganggu pasar global dan aktivitas penerbangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU