Kamis, 19 MARET 2026 • 21:20 WIB

Wabah Meningitis Picu Kepanikan Mahasiswa di Inggris, Dua Orang Meninggal Dunia

Author

Orang-orang mengantre untuk menerima vaksinasi di Pusat Olahraga kampus University of Kent, setelah terjadinya wabah kasus meningitis di Kent, Canterbury, Inggris, pada 18 Maret 2026. (Reuters/Chris J. Ratcliffe)

INDOZONE.ID - Ratusan mahasiswa di Inggris terlihat mengantre untuk mendapatkan vaksin setelah munculnya wabah meningitis yang memicu kekhawatiran besar. Peristiwa ini terjadi di kampus University of Kent, yang menjadi pusat penyebaran penyakit tersebut.

Hingga pertengahan Maret 2026, jumlah kasus yang terdeteksi telah mencapai 20 orang. Wabah ini juga dikaitkan dengan sebuah klub malam lokal bernama Club Chemistry, yang diduga menjadi salah satu lokasi penyebaran.

Seorang mahasiswa berusia 19 tahun, Jack Jordan, mengaku terkejut dengan cepatnya perkembangan situasi ini. Ia mengatakan bahwa wabah tersebut muncul secara tiba-tiba dan langsung menimbulkan kepanikan di kalangan mahasiswa.

Baca juga: Sudan Hadapi Wabah Kolera Terburuk: 40 Tewas Sepanjang Agustus, Perang Perparah Situasi

Dua Korban Jiwa dan Sejumlah Kasus Serius

Dalam beberapa hari sejak kasus pertama dilaporkan, dua orang dilaporkan meninggal dunia. Salah satunya adalah mahasiswa berusia 21 tahun dari University of Kent, sementara korban lainnya merupakan remaja dari sekolah di kota Faversham.

Selain itu, beberapa pasien lain masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dengan kondisi serius.

Situasi ini membuat pihak kampus segera mengambil langkah cepat dengan menyediakan program vaksinasi khusus untuk meningitis tipe B (MenB), salah satu jenis bakteri yang paling berbahaya.
Kampus Sepi, Aktivitas Beralih Online

Akibat wabah tersebut, aktivitas di kampus menjadi sangat sepi. Banyak ujian dibatalkan atau dialihkan ke sistem daring untuk mengurangi risiko penyebaran.

Mahasiswa yang masih berada di kampus terlihat lebih waspada, bahkan sebagian memilih mengisolasi diri secara sukarela.

Salah satu mahasiswa, Holly Francis (18), memutuskan kembali ke kampus hanya untuk mendapatkan vaksin. Ia mengaku ingin memastikan dirinya tetap aman di tengah situasi yang tidak menentu.

Baca juga: Jepang Ogah Impor Unggas dari Brasil Gara-gara Wabah Flu Burung

Pemerintah Inggris Turun Tangan

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, langsung menyerukan langkah darurat. Ia meminta siapa pun yang sempat mengunjungi Club Chemistry pada tanggal 5 hingga 7 Maret untuk segera melapor dan mendapatkan antibiotik sebagai langkah pencegahan.

Layanan kesehatan nasional Inggris (NHS) juga mengonfirmasi bahwa setidaknya 10 dari kasus yang teridentifikasi memiliki keterkaitan dengan klub malam tersebut.

Wabah Disebut Tidak Biasa

Menteri Kesehatan Inggris, Wes Streeting, menyebut kejadian ini sebagai wabah yang tidak biasa. Ia menekankan bahwa meskipun jumlah kasus meningkat, risiko bagi masyarakat umum masih tergolong rendah.

Sebagai perbandingan, Inggris biasanya mencatat sekitar 350 kasus meningitis setiap tahun. Namun, kasus kali ini dinilai lebih mengkhawatirkan karena terjadi dalam waktu singkat dan dalam satu komunitas tertentu.

Risiko Tinggi di Kalangan Mahasiswa

Meningitis adalah infeksi serius yang menyerang selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak, remaja, dan dewasa muda.

Gejala awalnya meliputi sakit kepala, demam, leher kaku, serta rasa mengantuk. Sayangnya, gejala tersebut sering kali sulit dikenali sehingga diagnosis bisa terlambat.

Penyakit ini menyebar melalui kontak dekat dalam waktu lama, seperti berciuman atau berbagi minuman dan rokok elektrik. Hal ini membuat mahasiswa menjadi kelompok yang rentan, karena mereka sering berinteraksi dalam lingkungan sosial yang padat.

Langkah Pencegahan dan Pengobatan

Otoritas kesehatan Inggris kini mendorong pemberian antibiotik kepada siapa pun yang berpotensi terpapar, terutama mereka yang mengunjungi lokasi berisiko.

Selain itu, vaksinasi MenB juga mulai diberikan secara terarah. Namun, para ahli mengingatkan bahwa vaksin tidak memberikan perlindungan instan. Dibutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu hingga sistem kekebalan tubuh terbentuk.

Seorang pakar penyakit menular dari Imperial College London menjelaskan bahwa vaksin MenB mampu menurunkan risiko infeksi hingga 70-85 persen untuk jenis bakteri tertentu.

Kasus Tambahan dan Kekhawatiran Penyebaran

Pihak berwenang juga tengah menyelidiki kasus lain, termasuk seorang bayi perempuan yang terinfeksi meningitis tipe B di wilayah sekitar. Meski belum terbukti terkait langsung dengan wabah kampus, kasus ini tetap menambah kekhawatiran.

Selain itu, satu kasus juga dilaporkan melibatkan seseorang di Prancis yang diketahui pernah berada di University of Kent.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran penyebaran lebih luas, terutama saat mahasiswa mulai pulang ke kampung halaman menjelang libur Paskah.

Meski risiko bagi masyarakat umum masih rendah, para ahli menegaskan pentingnya kewaspadaan. Penanganan cepat dan deteksi dini menjadi faktor utama dalam mencegah dampak yang lebih parah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU