Rabu, 04 MARET 2026 • 08:55 WIB

Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Khawatir Pemimpin Baru Lebih Buruk

Author

Presiden AS, Donald Trump bersama Kanselir Jerman, Friedrich Merz di ruang oval Gedung Putih. (REUTERS/Jonathan Ernst)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengungkapkan ketakutan terbesarnya dalam operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran adalah terjadinya perubahan rezim untuk mencari pengganti Ayatollah Ali Khamenei. Hal yang ditakutkan Trump adalah, pemimpin yang baru justru sama buruknya dengan Khamenei.

Trump menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Ruang Oval Gedung Putih bersama Kanselir Jerman, Friedrich Merz. Saat itu, seorang wartawan bertanya kepada Trump mengenai skenario terburuk imbas operasi militer gabungan AS-Israel yang menewaskan Ali Khamanei.

"Saya tidak tahu apakah ada skenario terburuk,” kata Trump.

Baca juga: Ada Ruam Kemerahan di Leher Donald Trump saat Upacara Medal of Honor, Sakit Apa?

"Kami sudah sangat unggul secara militer. Mereka masih menembakkan beberapa rudal, tapi itu pun tidak akan lama karena kami menghantam seluruh fasilitas peluncur dan stok rudal mereka. Banyak yang sudah kami lumpuhkan," tambahnya.

Meski percaya diri dengan kekuatan militernya, Trump mengaku takut Iran melakukan kesalahan dalam memilih pemimpin yang baru. 

"Saya kira skenario terburuknya adalah kita melakukan semua ini, lalu seseorang mengambil alih dan ternyata sama buruknya dengan pemimpin sebelumnya. Itu bisa saja terjadi. Kami tentu tidak ingin itu terjadi," ujar Trump.

Trump mengatakan, pemimpin baru Iran harus membawa perubahan yang lebih baik untuk warganya. Jika tidak, maka akan jadi masalah besar.

"Kita tidak ingin setelah semua ini, ternyata yang berkuasa tidak lebih baik. Kami ingin melihat seseorang yang bisa membawa perubahan untuk rakyatnya," tambahnya.

Sebelumnya, Donald Trump sempat menyerukan agar rakyat Iran bangkit melawan rezim setelah Ali Khamenei tewas. Namun ia meminta masyarakat untuk berhati-hati karena aparat keamanan negara masih sangat kuat.

Baca juga: Donald Trump Tegaskan AS akan Serang Iran hingga Empat Pekan ke Depan

"Kita lihat saja nanti apa yang dilakukan rakyat. Mereka punya kesempatan. Tapi kami juga bilang, jangan dulu turun ke jalan. Situasinya sangat berbahaya,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU