Selasa, 27 JANUARI 2026 • 13:15 WIB

China Imbau Warganya Tunda Liburan ke Jepang saat Tahun Baru Imlek, Kenapa?

Author

Wisatawan asal China berjalan di sebuah jalan di kawasan perbelanjaan Ginza, Tokyo, pada 22 November 2025. (South China Morning Post)

INDOZONE.ID - Pemerintah China mengeluarkan larangan perjalanan China ke Jepang bagi warganya menjelang libur Tahun Baru Imlek

Imbauan ini disampaikan menyusul memburuknya situasi keamanan publik serta memanasnya hubungan diplomatik China dan Jepang dalam beberapa bulan terakhir.

Melalui pernyataan resmi pada Senin, 26 Januari 2026, Kementerian Luar Negeri China meminta warganya menunda perjalanan ke Jepang, terutama selama periode libur panjang Imlek pada Februari. 

Baca juga: PM Jepang Tegaskan Dialog dengan China Tetap Terbuka di Tengah Ketegangan Diplomatik

Departemen Urusan Konsuler menyebut adanya peningkatan kasus kriminal dan tindakan ilegal yang dinilai kerap menyasar warga negara China.

Keamanan publik di Jepang menunjukkan penurunan, dengan seringnya insiden kriminal yang melibatkan warga China,” demikian pernyataan kementerian. 

Karena itu, pemerintah secara tegas mengimbau agar warga China dilarang liburan ke Jepang untuk sementara waktu demi keselamatan.

Selain faktor keamanan, China juga menyinggung adanya serangkaian gempa bumi di beberapa wilayah Jepang yang menyebabkan korban luka. 

Kondisi ini dinilai semakin memperkuat alasan dikeluarkannya imbauan perjalanan luar negeri saat Imlek, yang biasanya menjadi puncak arus wisata warga China.

Baca juga: Trump Ancam Tarif Impor 100 Persen ke Kanada Jika Lanjutkan Kerja Sama Dagang dengan China

Ketegangan Politik Memperburuk Situasi

Peringatan perjalanan ini tidak lepas dari ketegangan politik antara Beijing dan Tokyo.

Hubungan diplomatik China dan Jepang memanas setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada November lalu menyatakan bahwa Tokyo dapat mempertimbangkan intervensi militer jika terjadi serangan terhadap Taiwan.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Beijing dan memperdalam ketegangan bilateral.

Salah satu dampaknya adalah seruan pemerintah China agar warganya menghindari perjalanan ke Jepang, khususnya dalam situasi politik yang belum stabil.

Wisatawan China ke Jepang Turun Drastis

Efek dari kebijakan ini langsung terasa di sektor pariwisata. Data terbaru menunjukkan wisatawan China ke Jepang turun drastis hingga 45 persen pada bulan lalu dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah kunjungan tercatat hanya sekitar 330.000 orang.

Padahal, selama ini wisatawan asal China merupakan tulang punggung pariwisata Jepang.

Berdasarkan data resmi, hampir 7,5 juta warga China mengunjungi Jepang dalam sembilan bulan pertama 2025, mencakup hampir seperempat dari total wisatawan asing.

Didorong nilai yen yang melemah, wisatawan China bahkan menghabiskan dana setara US$3,7 miliar pada kuartal ketiga 2025.

Namun, tren tersebut kini berbalik arah akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan kebijakan pembatasan perjalanan.

Libur Imlek Biasanya Jadi Momentum Wisata

Libur Tahun Baru Imlek yang berlangsung selama sembilan hari biasanya memicu lonjakan besar perjalanan domestik dan internasional warga China. 

Tahun lalu, kunjungan wisatawan China ke Jepang sempat meningkat signifikan selama periode tersebut.

Namun tahun ini, dengan adanya imbauan perjalanan luar negeri saat Imlek dari pemerintah, arus wisata ke Jepang diperkirakan akan kembali melemah. 

Analis menilai kebijakan ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mencerminkan memburuknya hubungan bilateral kedua negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: South China Morning Post

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU