INDOZONE.ID - Hong Kong telah mengumumkan angka korban tewas final dari kebakaran apartemen Hong Kong yang terjadi pada November 2025.
Tragedi memilukan di kawasan Tai Po itu resmi mencatat 168 korban jiwa. Angka tersebut menjadikan insiden ini sebagai salah satu kebakaran gedung hunian paling mematikan di dunia selama lebih dari 40 tahun terakhir.
Sekretaris Keamanan Hong Kong, Chris Tang, menyampaikan bahwa proses identifikasi seluruh korban telah rampung. Angka terbaru menunjukkan adanya penambahan tujuh korban dibandingkan laporan awal.
Baca juga: China Tegur Media Asing Terkait Peliputan Kebakaran di Hong Kong, Dinilai Putar Balikan Fakta
“Seluruh jenazah dan sisa-sisa korban telah berhasil diidentifikasi. Tidak ada lagi korban yang belum terdata,” ujar Tang pada Kamis 15 Januari 2026, dikutip dari Reuters, Jumat (15/1/2026).
Data resmi mencatat korban terdiri dari 110 perempuan dan 58 laki-laki, dengan rentang usia yang sangat luas, mulai dari bayi berusia enam bulan hingga lansia 98 tahun.
Tragedi ini tidak hanya merenggut warga sipil, tetapi juga seorang petugas pemadam kebakaran yang gugur saat bertugas.
Baca juga: Hong Kong Tetap Gelar Pemilu Legislatif di Tengah Duka Kebakaran Besar
Selain itu, korban juga mencakup dua desainer interior, lima pekerja konstruksi, serta sepuluh pekerja rumah tangga migran.
Fakta ini memperkuat luasnya dampak tragedi kebakaran Tai Po terhadap berbagai lapisan masyarakat.
Kebakaran hebat tersebut terjadi di kompleks Wang Fuk Court, yang terletak di Tai Po District. Api dengan cepat menjalar dan menghanguskan tujuh dari delapan menara hunian yang ada di kawasan tersebut.
Saat kejadian, gedung-gedung diketahui tengah menjalani renovasi dan dibungkus jaring pengaman berkualitas rendah.
Kondisi ini diduga menjadi salah satu penyebab kebakaran Wang Fuk Court menyebar begitu cepat dan sulit dikendalikan.
Untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut, pemerintah membentuk komite investigasi independen yang dipimpin oleh hakim.
Kepolisian juga terus melanjutkan penyelidikan pidana dan akan menyerahkan laporan kematian resmi kepada koroner.
Pemimpin Hong Kong, John Lee, mengungkapkan bahwa sejauh ini 16 orang telah ditangkap atas dugaan pembunuhan tidak disengaja, sedangkan enam lainnya diamankan karena dugaan penipuan.
Baca juga: Video Horor Kebakaran Apartemen 31 Lantai Wang Fuk Hong Kong, 13 Orang Tewas
Selain itu, lembaga antikorupsi Hong Kong turut menangkap 14 orang yang diduga terlibat praktik korupsi terkait proyek renovasi bangunan.
Insiden ini secara luas disebut sebagai kebakaran gedung hunian paling mematikan sejak 1980, sekaligus menjadi catatan kelam dalam sejarah modern Hong Kong.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters