Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 13:01 WIB

Trump Ubah Arah Eksplorasi Luar Angkasa, Bulan Jadi Fokus Utama Amerika Serikat

Author

Presiden AS Donald Trump. (Vincent Thian/Pool via REUTERS)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali mengubah arah besar program antariksa negaranya. Bulan kini jadi prirotas Amerika di bawah pimpinan Trump.

Dalam kebijakan antariksa Donald Trump 2025, Gedung Putih menegaskan misi kembali ke bulan kini menjadi prioritas utama. Lalu, rencana ambisius menuju Mars ditempatkan di urutan setelahnya.

Keputusan tersebut diumumkan Trump pada Kamis 18 Desember 2025, melalui perintah eksekutif terbaru terkait strategi eksplorasi luar angkasa Amerika Serikat. 

Baca juga: Plester di Tangan Trump Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Gedung Putih

Ia menyatakan keinginannya untuk mengirim astronaut ke bulan secepat mungkin, sekaligus menunda fokus penuh pada misi Mars.

Melalui program Artemis yang pertama kali diluncurkan saat masa jabatan pertamanya, Trump menargetkan pendaratan manusia di bulan pada 2028. 

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menegaskan kembali dominasi Amerika Serikat di sektor antariksa. 

Baca juga: Trump Akan Hentikan Migrasi dari Negara 'Dunia Ketiga' usai Prajurit Garda Nasional Tewas

Dalam dokumen resmi tersebut, Bulan diposisikan sebagai pijakan strategis untuk pengembangan teknologi, ekonomi, dan eksplorasi jangka panjang.

Kebijakan ini secara jelas menggambarkan prioritas NASA di bawah pemerintahan Trump, yang kini diarahkan untuk membangun kehadiran permanen di bulan. 

NASA ditargetkan mulai menyiapkan elemen awal pangkalan lunar pada 2030, termasuk rencana ambisius penempatan reaktor nuklir di permukaan bulan dan di orbit untuk menopang misi jangka panjang.

Meski misi Artemis 3 dijadwalkan membawa astronaut kembali ke permukaan bulan pada pertengahan 2027, jadwal tersebut telah beberapa kali mundur. 

Sejumlah analis menilai potensi penundaan lanjutan masih terbuka, terutama karena wahana pendarat bulan, yang dikembangkan SpaceX milik Elon Musk belum sepenuhnya siap digunakan.

Perintah eksekutif terbaru ini juga meningkatkan tekanan terhadap NASA dan sektor swasta agar mampu memenuhi target ambisius pemerintahan Trump. 

Di saat yang sama, Amerika Serikat berupaya menjaga keunggulan strategisnya di tengah persaingan global, terutama dengan China yang juga berencana mengirim awak ke bulan dan membangun pangkalan lunar pada 2030.

Langkah ini menandai momen penting ketika Trump ubah arah eksplorasi luar angkasa dibandingkan pernyataannya di awal tahun. 

Saat kembali menjabat pada Januari lalu, Trump sempat menyatakan ambisi untuk membawa manusia ke Mars sebelum masa jabatannya berakhir, tanpa menyinggung rencana konkret soal bulan. 

Baca juga: Trump Akan Hentikan Migrasi dari Negara 'Dunia Ketiga' usai Prajurit Garda Nasional Tewas

Pernyataan itu sempat memunculkan spekulasi bahwa NASA akan melewati fase eksplorasi Bulan. Kini, meskipun Mars tetap disebut sebagai tujuan akhir eksplorasi manusia, realisasinya tampak makin menjauh. 

Perselisihan Trump dengan Elon Musk pada pertengahan tahun, ditambah tekanan geopolitik global, disebut turut memengaruhi perubahan prioritas Gedung Putih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU