Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 09:19 WIB

Gubernur Niigata Jepang Siap Setujui Pengaktifan Kembali PLTN Terbesar di Dunia

Author

PLTIN di Kashiwazaki-Kariwa, Jepang. (dok. Tokyo Electric Power Co)

INDOZONE.ID - Gubernur Prefektur Niigata, Hideyo Hanazumi, disebut-sebut akan memberi lampu hijau bagi pengaktifan kembali PLTN Kashiwazaki-Kariwa dalam waktu dekat. 

Jika persetujuan ini resmi diumumkan, maka Gubernur Niigata benar-benar menyetujui pengaktifan PLTN terbesar di dunia tersebut setelah lebih dari satu dekade tidak beroperasi pasca tragedi Fukushima.

Keputusan ini menjadi tahap akhir yang diperlukan TEPCO untuk memulai reaktivasi PLTN Kashiwazaki-Kariwa, sebuah fasilitas raksasa yang sejak lama menjadi pusat kontroversi, terutama terkait isu keamanan nuklir di Niigata.

Baca juga: China Kecam Filipina Gelar Latihan Militer dengan AS dan Jepang di Laut China Selatan

Menurut laporan media lokal pada Rabu (19/11), Hanazumi berpotensi mengumumkan persetujuan resminya pada Jumat. 

Setelah itu, ia akan berkonsultasi dengan majelis prefektur pada sidang reguler yang dimulai 2 Desember, sebelum menindaklanjuti permintaan persetujuan dari pemerintah pusat Jepang.

Jika majelis juga menyetujui langkah tersebut, proses reaktivasi akan berjalan tanpa hambatan, membuka jalan bagi PLTN terbesar di dunia kembali aktif setelah bertahun-tahun berada dalam keadaan tidak beroperasi.

Baca juga: Mantan Menlu Jepang Resmi Maju Jadi Calon Ketua LDP usai Ishiba Mundur dari Jabatan Perdana Menteri

TEPCO merencanakan pengoperasian dua unit terbesar di kompleks tersebut, yaitu reaktor nomor 6 dan 7 yang memiliki kapasitas gabungan 2.710 MW. 

Dengan total kapasitas 8.212 MW, Kashiwazaki-Kariwa menjadi fasilitas tenaga nuklir terbesar yang pernah dibangun.

Pada Oktober lalu, TEPCO berhasil menyelesaikan pemeriksaan teknis dan memastikan sistem utama pada reaktor nomor 6 bekerja normal setelah pengisian bahan bakar. 

Selain itu, perusahaan mengucurkan dana 100 miliar yen (sekitar US$644 juta) untuk mendukung pembangunan daerah sekitar sebagai upaya mendapatkan dukungan publik.

Pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi mendukung sepenuhnya reaktivasi reaktor nuklir sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional. 

Mengembalikan operasional Kashiwazaki-Kariwa dianggap dapat membantu menekan biaya impor gas alam cair (LNG), terutama karena Jepang merupakan pembeli LNG terbesar kedua di dunia setelah China.

Sejak diterapkannya regulasi keselamatan nuklir yang lebih ketat, Jepang telah mengaktifkan kembali 14 reaktor dan 11 di antaranya kini beroperasi dengan kapasitas total 10.647 MW. 

Sebelum bencana Fukushima, jumlah reaktor yang aktif mencapai 54 unit.

Menurut analis Kpler, Go Katayama, pengoperasian kembali reaktor nomor 6 dapat mengurangi permintaan LNG Jepang hingga 1 juta ton pada 2026. 

Perkiraan permintaan tahun depan juga telah diturunkan dari 66 juta ton menjadi sekitar 63 juta ton, dan kemungkinan turun lagi ke 62 juta ton jika reaktivasi dilakukan lebih awal.

TEPCO selama bertahun-tahun menanggung beban kompensasi besar akibat bencana nuklir Fukushima. 

Karena itu, pengoperasian kembali satu reaktor saja di komplek ini diperkirakan dapat meningkatkan laba bersih tahunan perusahaan hingga 100 miliar yen, angka yang cukup signifikan untuk memperbaiki neraca keuangan mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Japan Times

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU