INDOZONE.ID - Pemerintah Israel menyetujui gencatan senjata dengan kelompok Hamas dalam konflik di Gaza, Palestina, pada Jumat (10/10/2025).
Tentunya, gencatan senjata ini merupakan kabar baik karena konflik di Gaza telah terjadi selama dua tahun, yang memakan banyak korban dan merusak berbagai infrastruktur.
Nantinya, gencatan senjata akan terjadi selama 24 jam. Selain itu, pembebasan sandera juga dilakukan dalam dalam 72 jam, baik yang masih hidup maupun telah meninggal dunia.
Terkait gencatan senjata ini, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, buka suara via media sosial X-nya.
Baca juga: Israel Cegat 13 Kapal Bantuan ke Gaza, 8 Warga Malaysia Diculik
"Pemerintah baru saja menyetujui kerangka kerja pembebasan semua sandera – baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal," demikian pernyataan akun berbahasa Inggris X milik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dikutip dari Reuters, Jumat (10/10/2025).
Diketahui, konflik Israel dengan Hamas di Gaza, berkembang ke skala besar, bahkan mempengaruhi Timur Tengah. Iran, Yaman, dan Lebanon, turut terlibat dalam konflik yang berkembang jadi skala regional ini.
Tak cuma itu, konflik ini pun menguji hubungan Israel dan Amerika Serikat (AS), yang juga mendesak supaya segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik.
Konflik di Gaza mendapatkan perhatian dunia. Bagaimana tidak, lebih dari 67 ribu warga Palestina telah meninggal dunia dalam konflik ini.
AS Jamin Konflik Telah Berakhir
Sementara itu, Khalil Al-Hayya, Kepala Hamas di Gaza yang diasingkan, mengaku telah dapat jaminan dari AS dan mediator lainnya, bahwa konflik Gaza telah berakhir.
Baca juga: Emmanuel Macron Kritik Netanyahu soal Gaza, Minta AS dan Uni Eropa Tekan Israel
Diyakini, ada 20 sandera Israel yang diyakini masih hidup di Gaza, sedangkan 26 orang diduga tewas, dan 2 orang lainnya belum diketahui.
Hamas pun mengindikasikan, bahwa proses evakuasi jenazah mungkin membutuhkan waktu lebih lama daripada membebaskan sandera yang masih hidup.
Perlu diketahui, gencatan senjata ini juga membuat truk-truk bantuan kemanusiaan akan masuk ke Gaza, untuk warga di sana yang selama ini kesusahan karena serangan Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters