Rabu, 10 SEPTEMBER 2025 • 12:20 WIB

Perdana Menteri dan Presiden Nepal Mundur, Aksi Demonstrasi Gen Z Pecah di Ibu Kota Kathmandu

Author

Demo besar di Nepal. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

INDOZONE.ID - Perdana Menteri Nepal, K.P. Sharma Oli , resmi mengundurkan diri buntut aksi protes antikorupsi pada Selasa 9 September 2025.

Para demonstran juga membakar gedung-gedung pemerintahan dan berbagai rumah para politisi senior. Kejadian ini membuat Nepal terjerumus dalam kekacauan.

Para demonstran di depan Gedung Parlemen di Kathmandu. (REUTERS/Adnan Abidi)

Baca juga: Optimalisasi Pendidikan, Pemkab Sidrap Cari Jalan Pemenuhan SDM Sekolah Rakyat

Sebelumnya, aksi demonstrasi di Nepal menewaskan kurang lebih 19 orang. Penyebabnya adalah tindakan aparat keamanan saat mereka turun ke jalan. Mereka juga melakukan protes larangan pemerintah terhadap aplikasi media sosial.

Otoritas Nepal mencabut larangan tersebut dan memberlakukan jam malam pada Selasa. Akan tetapi, kondisi ini membuat mereka kehilangan kendali.

Baca juga: Kompol Cosmas dan Bripka Rohmat Ajukan Banding Usai Disanksi Kasus Rantis Lindas Ojol

Perdana Menteri Nepal Resmi Mundur

Kemarahan publik selama bertahun-tahun kepada elit politik meledak di berbagai jalanan Kathmandu. Pada siang harinya, Perdana Menteri K.P. Sharma Oli mengumumkan pengunduran dirinya.

Ia juga menyerukan untuk menyelesaikan masalah ini, disampaikan oleh ajudannya, Prakash Silwal. 

Setelah kabar ini beredar, anak-anak muda “Gen Z” Nepal bersorak-sorai di depan bangunan yang terbakar, mengibaskan bendera “One Piece”, dan melompat-lompat merayakannya.

Baca juga: IPW Desak Polda Metro Jaya Abaikan Aduan Dansatsiber TNI Terkait Ferry Irwandi

Dilansir Washington Post, salah satu demonstran, Suraj Sedhai, menyatakan para demonstran menolak sistem korup. Ia juga mengungkapkan harapannya kalau wali kota Kathmandu bisa maju sebagai perdana menteri.

Diketahui, wali kota Kathmandu merupakan seorang rapper yang masuk ke politik. Ia merupakan salah satu dari sedikit tokoh yang berada di lingkaran elite, tapi mendukung secara terbuka aksi demonstrasi. 

Baca juga: Politik Prancis Memanas, Partai Oposisi Ajukan Pemakzulan Emmanuel Macron

Setelah Oli resmi mengundurkan diri, Shah menulis “Gen Z tersayang, pembunuh kalian sudah mundur.”

Anak muda Nepal juga melakukan berbagai kampanye online dengan tagar “NepoKid”, dengan menyoroti gaya hidup mewah anak-anak pejabat. 

Baca juga: Ombudsman Sulsel Dorong Jurnalis Terlibat Awasi Maladministrasi hingga Tingkat Desa

Berbagai Skandal Pemerintahan Oli

Oli bukanlah orang baru dalam perpolitikan Nepal. Ia adalah pemimpin Partai Komunis Nepal yang dikenal karena condong banget ke China. Oli terpilih sebagai perdana menteri sebanyak tiga kali, dan terakhir pada 2024.

Namun, di bawah kepemimpinannya, ekonomi Nepal tersendat bahkan banyak skandal korupsi yang menumpuk.

Dari berbagai permasalahan yang ada, membuat banyak anak muda Nepal protes, hingga pada akhirnya ia mundur dari jabatannya.

Baca juga: Mantan Menlu Jepang Resmi Maju Jadi Calon Ketua LDP usai Ishiba Mundur dari Jabatan Perdana Menteri

Menteri Dalam Negeri Nepal, yang mundur pada Senin, diduga juga terlibat dalam suap pejabat imigrasi. Suap ini sebagai imbalan telah mengeluarkan izin kerja di luar negeri.

Sebelumnya, Nepal mengirim warga negaranya bekerja ke luar negeri. Hal ini membuat Nepal hampir sepertiga ekonominya bergantung pada remitansi.

“Arus besar keluarnya anak muda harus dihentikan,” kata Sedhai.

“Kita harus bisa melakukan sesuatu untuk Nepal,” sambungnya.

Baca juga: Motif Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu Terungkap, Diawali Sewa Mobil

Presiden Ram Chandra Poudel Mundur

Bukan hanya Perdana Menteri Oli yang mundur, Presiden Ram Chandra Poudel juga melakukan hal serupa di tengah kondisi carut-marut, dilansir India Today.

Protes yang terjadi di Nepal ini, sebagian besar melibatkan generasi muda, bahkan dijuluki dengan "Revolusi Gen Z". Aksi ini berlangsung Ibu Kota Kathmandu sejak Senin, hingga menyebar ke berbagai kota di Nepal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Washington Post, India Today

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU