Minggu, 24 AGUSTUS 2025 • 13:47 WIB

Australia Diguncang Aksi Massa Pro-Palestina Usai Ahli PBB Resmi Nyatakan Gaza dan Sekitarnya Alami Kelaparan

Author

Ribuan orang mengikuti salah satu dari sejumlah aksi protes nasional menentang perang Israel di Gaza yang digelar di State Library Victoria, Melbourne, Australia. (sumber: EPA/ Joel Carret)

INDOZONE.ID - Puluhan ribu warga pro-Palestina di Australia turun ke jalan pada Minggu (24/08/2025) untuk melakukan aksi solidaritas, beberapa hari setelah ahli PBB resmi menyatakan warga Gaza dan sekitarnya dalam keadaan kelaparan ekstrem.

Penyelenggara aksi melaporkan bahwa demonstrasi massal tersebut merupakan aksi pro-Palestina terbesar dalam sejarah Australia. Aksi digelar di sekitar 40 kota dan wilayah dengan estimasi lebih dari setengah juta orang ikut serta.

Aksi ini ditujukan untuk menyerukan saksi sekaligus mendesak pemerintah Australia menghentikan perdagangan senjata dengan Israel. Gerakan tersebut didukung oleh 250 organisasi komunitas dan serikat buruh, termasuk Victorian Trades Hall Council, Unions NSW, Hunter Workers, Unions WA, dan South Coast Labour Council.

Aksi kemanusiaan itu berlangsung serentak pukul 12 siang waktu setempat di kota-kota besar seperti Sydney, Melbourne, Hobart, dan Canberra. Demonstrasi juga terjadi di sejumlah daerah regional, termasuk Shepparton, Geraldton, Coffs Harbour, Katoomba, dan Pine Gap.

Baca juga: Global March to Gaza: Ribuan Jiwa Bergerak Hentikan Genosida Palestina

Di Brisbane, penyelenggara memperkirakan sedikitnya 25.000 warga berkumpul dalam aksi yang disebut “bersejarah.” Juru bicara Justine for Palestine Magan-djin, Remah Naji, mengatakan kepada massa bahwa aksi tersebut adalah “aksi pro-Palestina terbesar yang pernah ada di kota ini.”

Penyelenggara menyebut tingginya jumlah peserta di Brisbane dipicu oleh keputusan otoritas Australia yang melarang demonstran melintasi Story Bridge demi alasan keamanan. Seorang juru bicara Kepolisian Queensland mengatakan pihaknya menyiapkan rute alternatif yang lebih aman, yakni melewati Victoria Bridge.

Juru bicara Palestine Action Group, Josh Lees, menilai aksi ini “telah memicu begitu banyak momentum di seluruh negeri.” Ia menambahkan, “bendungan dukungan bagi Palestina dan penolakan terhadap genosida ini sudah jebol.”

Para pengunjuk rasa pro-Palestina melintasi Jembatan Harbour di tengah cuaca Sydney yang basah dan dingin. (Sumber: Australian Associated Press/ Flavio Brancaleone)

Aksi tersebut berlangsung beberapa hari setelah Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, secara resmi menyatakan bahwa Gaza dan wilayah sekitarnya mengalami kelaparan akut. Ia menegaskan tragedi ini sepenuhnya “bencana akibat ulah manusia, sebuah kecaman moral, dan kegagalan kemanusiaan.”

“Kelaparan bukan hanya soal makanan, ini adalah runtuhnya secara sengaja sistem yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup manusia,” kata Guterres.

“Orang-orang kelaparan. Anak-anak sekarat. Dan mereka yang memiliki kewajiban memastikan ketersediaan pangan serta pasokan medis bagi penduduk Gaza justru membiarkannya,” tambahnya.

Guterres menegaskan bahwa Israel sebagai kekuatan pendudukan memiliki “kewajiban yang tidak bisa ditawar” di bawah hukum internasional untuk menjamin ketersediaan pangan dan pasokan medis bagi penduduk Gaza.

Baca juga: Aksi Solidaritas untuk Gaza, Puluhan Ribu Warga Sydney Lakukan 'Long March' Lintasi Jembatan Harbour

Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, mengatakan bahwa “peringatan selama berbulan-bulan tidak digubris sama sekali.”

“Kita tidak bisa membiarkan situasi seperti ini terus terjadi tanpa adanya pertanggungjawaban,” ujarnya.

“Tidak ada lagi alasan. Waktu untuk bertindak bukan besok, melainkan sekarang,” tambah Lazzarini.

Kepala bantuan PBB, Tom Fletcher, menyampaikan pendapat serupa. Ia menilai tragedi ini disebabkan ofensif militer Israel “yang secara terbuka dipromosikan sejumlah pemimpin Israel sebagai senjata perang.” Fletcher juga mendesak Benjamin Netanyahu untuk segera “mengakhiri tindakan balas dendam serta membuka perbatasan Gaza agar akses bantuan tidak lagi dibatasi.”

Sejauh ini, menurut otoritas kesehatan Palestina, lebih dari 60.000 warga menjadi korban perang Israel di Gaza sejak Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian, Aljazeera

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU