Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Fauzan)
INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto menyiapkan Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, untuk pengobatan bagi sekira 2 ribu warga Gaza, Palestina.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, di Jakarta, Kamis (7/8/2025).
"Terkait dengan Gaza, Presiden kemarin juga memberikan arahan untuk Indonesia memberikan bantuan pengobatan untuk sekitar 2.000 warga Gaza yang menjadi korban perang. Yang luka-luka, yang mengalami apa, mungkin kena bom, kena reruntuhan dan segala macam," ujar Hasan Nasbi, dikutip dari ANTARA, Kamis (7/8/2025).
Apa alasan Pulau Galang dipilih sebagai tempat pengobatan warga Gaza? Ternyata, pulau ini dipilih karena memenuhi untuk memberikan pengobatan terhadap warga Gaza.
Baca juga: Presiden Prabowo Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi 5,12 persen, Unggul di G20 dan ASEAN
Sebelumnya, Pulau Galang berfungsi sebagai lokasi pengungsian dan pusat penanganan pandemi Covid-19.
Dia menyebut Pulau Galang memiliki rumah sakit serta fasilitas pendukung yang dapat digunakan untuk merawat korban luka karena konflik, termasuk menampung anggota keluarga yang mendampingi pasien selama masa perawatan.
Selain itu, Pulau Galang juga terpisah dari pulau-pulau lainnya, menurut Hasan Nasbi.
"Itu kan juga tempat yang terpisah dari warga kita yang bermukim di pulau-pulau lainnya," ucap dia.
Sementara itu, Hasan Nasbi pun menegaskan, bahwa aksi ini bukan merupakan evakuasi, melainkan misi kemanusiaan.
Ia menuturkan, bahwa setelah warga Gaza tersebut pulih dari luka masing-masing, mereka akan dikembalikan ke tempatnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Beri Amnesti untuk 50 Napi di Sulsel, Termasuk Kasus Makar dan ODGJ
"Jadi nanti setelah sembuh, setelah selesai pengobatan mereka tentu akan kembali lagi ke Gaza. Jadi bukan memindahkan warga, tapi kita semacam operasi kemanusiaan untuk membantu sebanyak yang kita bisa," ujar Hasan Nasbi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA