INDOZONE.ID - Amnesty International merilis laporan terbaru, yang menuding Israel sengaja membuat Gaza kelaparan melalui kebijakan yang dianggap terencana.
Tuduhan ini menambah sorotan internasional, terhadap kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza yang semakin memburuk, di tengah peringatan PBB tentang ancaman kelaparan.
Dalam laporan Amnesty International Gaza yang dipublikasikan pada Senin (18/8/2025), disebutkan, Israel membatasi masuknya bantuan kemanusiaan secara ketat dan menghancurkan akses dasar bagi warga Palestina.
Baca juga: Militer Israel Setujui Rencana Serangan Baru ke Gaza, Ketegangan Memanas
Laporan ini mengutip kesaksian para pengungsi dan tenaga medis yang merawat anak-anak dengan kondisi gizi buruk.
“Israel tengah menjalankan kampanye kelaparan yang disengaja di Jalur Gaza yang diduduki. Tindakan ini secara sistematis merusak kesehatan, kesejahteraan, serta struktur sosial masyarakat Palestina,” tulis laporan tersebut.
Selain itu, tuduhan Amnesty International ke Israel ini, bukan hanya tentang dampak perang, melainkan hasil dari kebijakan yang dirancang untuk menciptakan penderitaan massal di Gaza.
Baca juga: Israel Bebaskan Suami Istri yang Ditahan di Bali Setelah Foto Pakai Seragam Militer IDF
Meski demikian, pihak militer dan Kementerian Luar Negeri Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.
Sebelumnya, badan Israel yang menangani urusan sipil di wilayah Palestina (COGAT) sudah menolak klaim adanya kelaparan luas.
Mereka menyebutkan, angka-angka yang dirilis Kementerian Kesehatan Gaza tidak dapat dipercaya.
Israel berkali-kali membantah tuduhan kelaparan terencana, termasuk klaim bahwa Israel sengaja membuat Gaza kelaparan dan menilainya sebagai propaganda yang menyesatkan.
Ini bukan kali pertama Amnesty menuduh Israel melakukan pelanggaran serius. Pada April lalu, organisasi tersebut menyebut Israel melakukan 'genosida yang disiarkan langsung'.
Hal itu dilakukan dengan memaksa warga Gaza mengungsi, dan menciptakan krisis kemanusiaan. Israel kala itu membantah keras, dan menyebut tuduhan Amnesty sebagai kebohongan.
Selama hampir dua tahun konflik berlangsung, Gaza mengalami pembatasan besar terhadap akses makanan, obat-obatan, dan bantuan vital. PBB melaporkan ribuan warga tewas saat mencoba mencari bantuan sejak akhir Mei 2025.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, bencana kelaparan besar akan melanda Gaza, dengan anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan terdampak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters