Rabu, 06 AGUSTUS 2025 • 17:00 WIB

Warga Israel Turun ke Jalanan Tel Aviv, Tuntut Netanyahu Akhiri Perang Gaza

Author

Warga Israel melakukan aksi demonstrasi menuntut perang Gaza diakhiri. (REUTERS/Tomer Appelbaum)

INDOZONE.ID - Ratusan warga Israel turun ke jalan di dekat kantor pusat Kementerian Pertahanan di Tel Aviv, menuntut diakhirinya perang di Gaza dan pembebasan para sandera.

Warga yang melakukan aksi demonstrasi pada Selasa (6/8/2025) malam itu dilakukan dengan memblokir Jalan Raya Ayalon, yang melewati kementerian, dengan membakar ban mobil.

Dalam laporan Channel 12 Israel, para keluarga sandera yang ditawan di Gaza ikut bergabung dalam aksi ini. Mereka menyatakan penolakan terhadap keputusan pemerintah untuk melanjutkan perang di Gaza.

Baca juga: Pemukim Ilegal Israel Berencana Serbu Komplek Masjid Al Aqsa

Aksi protes ini muncul di tengah mandeknya negosiasi gencatan senjata dan pertukaran tahanan dengan Hamas. Sebab minggu lalu, pemerintah Israel menolak perundingan karena tak sepakat dengan poin-poin yang diajukan.

Adapun ketidaksepakatan pihak Israel, berkaitan dengan isu-isu utama seperti penarikan penuh pasukan dari Gaza, diakhirinya perang, pembebasan tahanan Palestina, dan mekanisme pengiriman bantuan kemanusiaan.

Di sisi lain, Hamas telah berulang kali menyatakan kesediaannya untuk membebaskan semua sandera Israel, sekaligus dengan imbalan gencatan senjata permanen, penarikan penuh Israel, dan pembebasan tahanan Palestina.

Baca juga: Inggris Siap Akui Negara Palestina, Kecuali Israel Setuju Gencatan Senjata

Oposisi Israel dan keluarga sandera menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghalangi kesepakatan penuh demi kesepakatan parsial yang memungkinkannya memperpanjang perang.

Langkah ini, menurut keluarga sandera, didorong oleh kepentingan politik, karena khawatir pemerintahannya akan runtuh jika sayap kanan ekstremnya menarik diri demi mengakhiri perang.

Tel Aviv memperkirakan 50 warga Israel masih ditawan di Gaza, termasuk 20 orang yang diyakini masih hidup. Sementara itu, Israel menahan lebih dari 10.800 tahanan Palestina, banyak di antaranya menghadapi penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, menurut kelompok hak asasi Palestina dan Israel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Anadolu, Antara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU