Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 14 MEI 2025 • 09:22 WIB

Bentrok Berdarah di Tripoli, Kemlu Ungkap Kondisi WNI di Libya

Bentrok Berdarah di Tripoli, Kemlu Ungkap Kondisi WNI di LibyaBrigade Tempur ke-444 Tentara Libya berjaga di area bentrok bersenjata di Tripoli.

INDOZONE.ID - Bentrok berdarah terjadi di Ibu Kota Libya, Tripoli, yang mengakibatkan enam orang tewas. Bentrok bersenjata ini terjadi usai kematian Abdel Ghani al Kikli alias Gheniwa, pimpinan salah satu milisi paling kuat di Libya.

"Abdel Ghani al-Kikli, komandan Stability Support Apparatus (SSA) yang bermarkas di lingkungan Abu Salim yang padat penduduk, tewas Senin malam di Markas Besar Brigade Tempur ke-444 Tentara Libya," kata seorang sumber yang dikutip dari Guardian, Rabu (14/5/2025).

Setelah berita kematian Gheniwa tersebar, bentrok bersenjata pecah di pusat kota Tripoli. Suara tembakan memenuhi udara diiringi teriakan panik dan ketakutan warga.

Baca Juga: Kemlu Pulangkan 400 WNI yang Jadi Korban Penipuan Daring di Myanmar

"Ditemukan enam jenazah di lokasi bentrokan di sekitar Abu Salim," demikian pernyataan resmi Pusat Pengobatan dan Dukungan Darurat Libya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau situasi keamanan dan kondisi WNI di Libya.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, memastikan para WNI yang menetap di Tripoli tidak terdampak bentrok bersenjata ini.

"Tidak ada WNI yang jadi korban. Saat ini para WNI dalam keadaan aman dan tenang," kata Judha dalam pernyataannya, Rabu (14/5/2025).

Meski demikian, para WNI diimbau supaya meningkatkan kewaspadaan, memonitor situasi keamanan dari otoritas setempat, dan terus berkomunikasi dengan KBRI.

Menurut data Kemlu, terdapat 535 WNI yang berada di Libya dengan 302 orang di antaranya menetap di Tripoli.

Baca Juga: Indonesia dan Libya Jajaki Kerja Sama Bidang Ketenagakerjaan

Mayoritas WNI tersebut adalah pekerja migran, baik profesional ataupun yang aktif di sektor domestik. Selain itu, ada pula mahasiswa dan WNI yang menikah dengan warga setempat.

Judha meminta para WNI di Libya untuk menghubungi hotline KBRI Tripoli di nomor +218-94-481-5608 jika berada dalam situasi darurat.

“WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Libya juga diimbau menunda perjalanannya hingga situasi kembali aman dan stabil,” ucap Judha, menambahkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara, Guardian

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bentrok Berdarah di Tripoli, Kemlu Ungkap Kondisi WNI di Libya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!