INDOZONE.ID - Pada Rabu, Jaksa AS mengungkapkan tuntutan pidana terhadap lima individu yang tergabung dalam kelompok peretas Scattered Spider.
Kelompok ini diduga membobol puluhan perusahaan di Amerika Serikat untuk mencuri informasi sensitif dan mata uang kripto.
Menurut Martin Estrada, Jaksa AS di Los Angeles, para tersangka menggunakan serangan phishing dengan mengirim pesan teks palsu yang terlihat sah ke ponsel karyawan, memperingatkan mereka tentang akun yang akan dinonaktifkan.
Para peretas, yang berusia remaja hingga awal 20-an, dikatakan mengarahkan korban untuk mengklik tautan yang mengharuskan mereka memasukkan informasi login.
Tindakan ini memungkinkan para pelaku untuk mencuri uang dari perusahaan dan jutaan dolar mata uang kripto dari akun pribadi individu.
Baca Juga: Protes Ribuan Petani Inggris Menolak Perubahan Pajak Traktor
Scattered Spider diduga telah menargetkan setidaknya 12 perusahaan di berbagai industri, termasuk game, outsourcing, telekomunikasi, dan kripto, serta melibatkan ratusan ribu individu sebagai korban.
Para ahli keamanan menyebutkan bahwa kelompok ini terdiri dari kelompok kecil yang berkolaborasi dalam kegiatan tertentu, melakukan kejahatan dunia maya yang sangat agresif.
Penyelidik berhasil melacak tersangka Tyler Buchanan melalui pendaftaran domain situs phishing yang ia buat.
Kasus ini berlangsung antara September 2021 hingga April 2023, dan menarik perhatian publik pada September 2023 ketika kelompok ini membobol dan mengunci jaringan kasino Caesars Entertainment, menuntut tebusan besar.
Para tersangka, termasuk Tyler Buchanan (22), Ahmed Elbadawy (23), Joel Evans (25), Evans Osiebo (20), dan Noah Urban (20), masing-masing didakwa dengan konspirasi dan pencurian identitas.
Pengacara terdakwa belum memberikan komentar resmi. Penangkapan dan proses ekstradisi para tersangka masih berlangsung, dengan beberapa di antaranya terlibat dalam kasus terpisah.
Baca Juga: Penyiar Terkenal Australia, Alan Jones, Ditangkap Kasus Dugaan Pelecehan Seksual 8 Pria
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters