Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 JANUARI 2024 • 14:00 WIB

Arus Perdagangan Dunia Terancam Konflik Laut Merah karena Aksi Houthi Bela Palestina atas Genosida Israel

Arus Perdagangan Dunia Terancam Konflik Laut Merah karena Aksi Houthi Bela Palestina atas Genosida IsraelKapal di Laut Merah

INDOZONE.ID - Serangan terhadap kapal-kapal yang diduga berafiliasi dengan Israel di Laut Merah telah mengguncang arus perdagangan global.

Sering terus berlangsungnya konflik antara pasukan Houthi dari Yaman yang membela pasukan Hamas di Palestina dengan Amerika Serikat bersama para sekutunya, membuat kapal-kapal kargo memilih jalan memutar atau menunda pengirimannya ke negeri-negara tujuan ekspor.

Karena itu, pabrik-pabrik mobil menganggur di Belgia dan Jerman, lini busana musim semi tertunda di department store Inggris yang populer, hingga sebuah perusahaan di Maryland yang memproduksi perlengkapan rumah sakit, tidak tahu kapan bisa menerima suku cadang dari Asia.

Baca Juga: Diperiksa Polda Metro Jaya, SYL Dicecar Pertanyaan Seputar Pemerasan Eks Ketua KPK Firli Bahuri

Untuk saat ini, Man & Machine, perusahaan yang memproduksi keyboard dan aksesoris yang dapat dicuci untuk rumah sakit di Greater Landover, Maryland, sedang menunggu pengiriman dari Taiwan dan Tiongkok Raya.

Apa yang terjadi saat ini adalah kekacauan jangka pendek, dan kekacauan menyebabkan peningkatan biaya (produksi). Setiap kapal yang dialihkan rutenya memuat 10.000 kontainer. Banyak email dan panggilan telepon yang dilakukan untuk merencanakan ulang setiap perjalanan kontainer tersebut,” kata CEO perusahaan manajemen rantai pasokan Flexport Ryan Petersen, dikutip AP, Selasa (30/1).

Sayangnya, di jalur memutar, yakni di perairan yang melintasi Terusan Panama sedang dilanda kekeringan, sehingga membuat permukaan air lebih rendah dari biasanya. Padahal, kapal-kapal kontainer sedang diburu waktu, karena harus mengirimkan pasokan barang ke pabrik-pabrik di China, sebelum libur Tahun Baru Imlek pada 10 – 17 Februari 2024.

Baca Juga: Tak Dapat Proyek, Buruh Pekerja AC Beralih Profesi Jadi Bandit Pengganjal ATM

Petersen menilai, dengan ‘kecelakaan ganda’ ini, jika konflik di Laut Merah berlangsung dalam jangka waktu setahun, diperkirakan dapat meningkatkan inflasi barang sebesar 2%. Kondisi ini jelas menjadi ancaman baru dunia, di tengah masih tingginya harga bahan-bahan makanan, sewa gudang, dan masih banyak lagi keperluan logistik lainnya.

Lebih jauh, kondisi ini akan memicu kenaikan suku bunga oleh bank-bank sentral di dunia, yang pada akhirnya akan melemahkan perekonomian global.

Terpisah, pendiri dan CEO Clifton Broumand yang biasanya menerima pengiriman komponen sebulan sekali, mengaku harus menunggu pasokan bahan bakunya lebih lama. Pasalnya, pengiriman dari Asia yang dijadwalkan empat pekan lalu telah ditunda karena rute dari Terusan Suez yang melintasi Laut Merah ditutup dan Terusan Panama mengalami kekeringan.

Baca Juga: Abaikan Aturan dan Susuri Jalur Terlarang, 13 Pendaki Tersesat di Gunung Gede Pangrango Jawa Barat

Kini, mereka mungkin harus melintasi Pasifik ke Los Angeles dan datang dengan truk atau kereta api ke Maryland. Broumand tidak tahu kapan produknya akan tiba.

Ini menjengkelkan dan menarik. Saya pikir pelanggan kami, semua orang mengerti. Ini bukan seperti, 'Mengapa kamu tidak merencanakan ini?' - siapa yang tahu? Kami menelepon pelanggan kami dan berkata, 'Hei, ini akan tertunda. Inilah alasannya.' Tidak ada yang menyukainya, tapi itu tidak akan membunuh siapa pun, itu hanya membuat frustrasi,” kata Broumand.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Arus Perdagangan Dunia Terancam Konflik Laut Merah karena Aksi Houthi Bela Palestina atas Genosida Israel

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!