Ilustrasi penyerangan markas militer.
INDOZONE.ID - Tiga anggota militer Amerika Serikat tewas dan 34 lainnya mengalami luka-luka dalam serangan drone di pangkalan militer Amerika di perbatasan Jordania-Suriah.
Kejadian ini menandai pertama kalinya personel militer AS terbunuh sejak eskalasi ketegangan di Timur Tengah akibat perang Israel-Hamas yang dimulai sejak 7 Oktober 2023.
US CENTCOM secara resmi mengkonfirmasi bahwa drone bunuh diri ditembakkan ke arah pasukan AS, menyebabkan kematian tiga tentara dan puluhan lainnya terluka.
Para pejabat AS memberikan keterangan kepada Reuters, mengindikasikan bahwa jumlah korban luka diperkirakan akan terus bertambah.
Perlu dicatat bahwa ini bukanlah serangan pertama yang menargetkan pasukan AS di wilayah Timur Tengah sejak dimulainya konflik Israel-Hamas. Sudah terjadi lebih dari 150 serangan serupa sejak awal perang tersebut, menunjukkan eskalasi ancaman terhadap personel militer Amerika.
Pemerintahan Joe Biden merespons serangan ini dengan menyalahkan kelompok militan yang didukung oleh Iran. Biden menegaskan komitmen untuk menuntut pertanggungjawaban pelaku serangan tersebut.
Pernyataan ini menjadi sorotan karena menandai peningkatan ketegangan antara Amerika Serikat dan pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam konflik di Timur Tengah.
Sementara dunia internasional mengikuti perkembangan terkini, serangan ini meninggalkan pertanyaan mengenai dampak lebih lanjut terhadap dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah.
Perhatian terhadap perang Israel-Hamas kini semakin meluas dengan keterlibatan langsung personel militer Amerika dalam insiden ini.
Writer: Victor Median
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.