Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Ilustrasi minuman alkohol. (Foto/Unsplash/Chuttersnap)
INDOZONE.ID - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) mencatat sejarah baru dengan membuka pabrik alkohol pertamanya, khususnya pabrik bir, di Abu Dhabi.
Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam regulasi seputar penjualan, konsumsi, dan sekarang produksi alkohol di negara Teluk tersebut.
Baca Juga: Wujudkan Ambon Sebagai Kota Musik Dunia, Anies Janji Bangun Gedung Konser Bertaraf Internasional
Pabrik bir baru ini, diberi nama Craft by Side Hustle, secara resmi beroperasi pada hari Sabtu pekan lalu di mal Galleria Al Maryah Island di Abu Dhabi.
Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai gastropub, tetapi juga sebagai pabrik bir mikro yang memungkinkan produksi minuman beralkohol.
Ilustrasi alkohol. (photo/Pexels/Pixabay)
Chad McGehee, salah satu pendiri Side Hustle Brews and Spirits, menyampaikan pernyataannya terkait keputusan pemerintah UEA membuat pabrik alkohol di Abu Dhabi.
"Sebagai pelopor gerakan kerajinan lokal, kami merasa bertanggung jawab dan dengan rendah hati serta penuh semangat membuka pabrik bir mikro kerajinan pertama di Abu Dhabi," ucap McGehee, seperti dilansir dari Middle East Eye pada Sabtu (30/12/2023).
Baca Juga: Alam Ganjar Rangkul Generasi Muda untuk Berkolaborasi Dukung Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024
Keberadaan pabrik bir ini mencerminkan dorongan untuk mendukung industri alkohol lokal dan menghadirkan pilihan yang lebih beragam bagi konsumen di UEA.
Pelonggaran undang-undang ini dapat membuka pintu bagi perkembangan lebih lanjut dalam sektor minuman beralkohol di negara tersebut.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Middle East Eye