INDOZONE.ID - Dalam acara penggalangan dana kampanye di Boston pada hari Selasa (5/12/2023), Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengatakan bahwa dia mungkin akan puas dengan menjalani satu kali masa jabatan jika saja mantan presiden pendahulunya, Donald Trump, tidak berusaha merebut kembali Gedung Putih.
Biden menambahkan jika keputusannya untuk mencalonkan diri kembali sebagai presiden Amerika Serikat, didorong oleh tekadnya untuk mengalahkan Trump untuk kedua kalinya dan mencegah Trump kembali berkuasa.
Baginya, jika Trump kembali berkuasa akan menjadi ancaman yang nyata terhadap demokrasi Amerika.
Baca Juga: Penuhi Panggilan Pemeriksaan di Bareskrim, Firli Bahuri Terbirit-birit
“Jika Trump tidak mencalonkan diri, saya tidak yakin saya akan mencalonkan diri. Kita tidak bisa membiarkannya menang,” kata Biden.
Pernyataan Biden muncul sebab sebagian besar anggota Partai Demokrat lebih memilih orang lain daripada Biden, untuk mewakili partai tersebut dalam pemilu tahun depan.
Hal ini disebabkan karena berbagai faktor seperti usia Biden yang telah menginjak 81 tahun, kesehatan, mental hingga kemampuan Biden dalam menangani pekerjaan.
Baca Juga: Hari Ini Firli Bahuri Diperiksa Lagi Soal Pemerasan, Bakal Ditahan?
Namun bagi Biden sendiri, hanya dia-lah yang bisa menghalangi Trump kembali ke tahta kepresidenan, sehingga dia berusaha meyakinkan yang lain.
Sementara Trump, meskipun mendapatkan empat dakwaan pidana atas 91 dakwaan kejahatan seperti upaya ilegal untuk membatalkan pemilu, membahayakan keamanan nasional dan lain-lainnya, telah berhasil mengungguli pesaingnya dalam bakal calon presiden yang akan diboyong partai-nya dan siap maju pada pemilihan umum tahun depan.
Biden juga menambahi bahwa Trump telah bersumpah untuk melakukan pembalasan terhadap musuh-musuhnya, jika berhasil menjadi presiden lagi.
Baca Juga: Janji Cak Imin untuk Warga Aceh: Perpanjang Dana Otsus Sampai Hari Kiamat
Trump juga kabarnya berjanji untuk mencabut undang-undang perawatan yang terjangkau, mendukung pembatasan aborsi, dan hal-hal lain yang menunjukkan gaya kepemimpinan otoriternya.
Writer: Ananda Fachreza Lubis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The New York Times