Ulat bulu beracun. (wikipedia)
INDOZONE.ID - Jerman tengah berjuang melawan wabah ulat bulu beracun yang menyebabkan masalah kesehatan serius.
Berlin merupakan kota yang mengalami wabah ulat bulu paling parah. Pusat penyebaran diduga berasal dari tiga distrik: Charlottenburg-Wilmersdorf, Spandau, dan Friedrichshain-Kreuzberg.
Wabah disebabkan ulat bulu dari ngengat pohon ek (oak processionary moth). Bulu-bulu berukuran mikronya mengandung racun yang dapat menyebabkan ruam, radang selaput mata, hingga kesulitan bernapas pada manusia.
Bulu-bulu itu begitu rapuh sehingga dapat dengan mudah menyebar ketika ditiup angin hingga jarak yang jauh.
Baca juga: Seorang Pria Ditangkap Karena Kumpulkan Potongan Tubuh Manusia dan Memakannya
Otoritas setempat bahkan sampai menutup taman dan ruang terbuka. Ruang hijau diberi pita pembatas merah-putih sebagai peringatan agar orang tidak mendekat.
Di lapangan, petugas berpakaian pelindung lengkap berwarna biru dengan masker ventilator berjuang menggunakan mesin penyedot.
Mereka menyedot sarang-sarang ulat dari dahan pohon setinggi sekitar 20 meter.
Penggunaan pembersih isap ini memastikan tidak ada satu pun dari sekitar 700.000 bulu mikro beracun terlepas ke udara.
Baca juga: Senat AS Setujui Pembatasan Kewenangan Perang Donald Trump di Iran
Seorang pejabat kota mengatakan tidak ada cara untuk membasmi masalah ulat ini sepenuhnya. Otoritas lokal hanya bisa berusaha meminimalkan dampaknya kepada penduduk sekitar.
Pejabat mengatakan, timnya ingin bisa membersihkan 20 pohon sehari. Selama akhir pekan, satu kru menghabiskan waktu seharian untuk membersihkan satu pohon yang berisi 800 sarang.
Otoritas Berlin menyarankan masyarakat untuk memastikan pakaian dicuci bersih setiap kali selesai mengunjungi taman. Warga juga dianjurkan sebisa mungkin menutup jendela dan pintu.
Berdasarkan informasi di situs Yayasan Konservasi Alam Berlin, ulat-ulat yang mewabah ini berasal dari Eropa Selatan tetapi secara bertahap telah menyebar ke Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: CNN