INDOZONE.ID - Serangan militer Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan puluhan ribu korban jiwa sejak konflik pecah pada Oktober 2023. Laporan Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan, jumlah korban tewas telah mencapai 72.938 orang.
Melansir IRNA, Minggu (31/5/2026), data kementerian menyebutkan, sebanyak tujuh warga Palestina dilaporkan meninggal dunia dan 25 lainnya mengalami luka-luka dalam 48 jam terakhir.
Seluruh korban telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Jalur Gaza untuk mendapatkan penanganan.
Baca juga: Kemlu RI Konfirmasi Semua WNI Peserta Global Sumud Flotilla Gaza Diculik Israel: Total 9 Orang!
Sejak gencatan senjata diumumkan pada 11 Oktober 2025, jumlah korban tewas di Gaza tercatat mencapai 929 orang, sementara 2.811 lainnya mengalami luka-luka.
Di saat yang sama, tim penyelamat juga berhasil mengevakuasi 781 jenazah dari bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat konflik.
Secara keseluruhan, jumlah korban meninggal dunia di Gaza sejak pecahnya perang pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 72.938 orang. Sementara itu, jumlah korban luka tercatat sebanyak 172.919 orang.
Konflik berkepanjangan di Gaza bermula setelah Israel, yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat, melancarkan operasi militer besar-besaran ke wilayah tersebut pada 7 Oktober 2023.
Meski demikian, berbagai pihak menilai Israel belum berhasil mencapai sejumlah tujuan utamanya, termasuk melemahkan Hamas dan membebaskan para sandera melalui jalur militer. Kondisi itu kemudian mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak.
Namun setelah gencatan senjata diberlakukan, muncul tudingan bahwa sejumlah poin dalam perjanjian belum dijalankan sepenuhnya. Di tengah situasi tersebut, serangan di beberapa wilayah Gaza dilaporkan masih terus terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA