Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 14:45 WIB

Misi Militer Tumpas 'El Mencho': Bos Kartel Paling Diburu Meksiko Tewas dalam Baku Tembak

Author

Misi Militer Tumpas El Mencho : Bos Kartel Paling Diburu Meksiko Tewas dalam Baku TembakBendera Meksiko (pixabay.com)

INDOZONE.ID - Nemesio Oseguera Cervantes, atau yang lebih dikenal sebagai "El Mencho", pemimpin gembong narkoba paling dicari Meksiko, dipastikan tewas dalam sebuah operasi militer yang didukung intelijen Amerika Serikat pada Minggu (22/2/2026). Kematiannya memicu gelombang kekerasan balasan di lebih dari enam negara bagian, mengubah beberapa kawasan menjadi "zona perang".

Pria berusia 60 tahun itu adalah pendiri dan otak di balik Kartel Jalisco New Generation (CJNG), salah satu sindikat kejahatan paling kuat dan kejam di Meksiko. Ia tewas dalam pengawasan setelah terluka dalam operasi pasukan khusus Meksiko di Tapalpa, Jalisco. Jenazahnya kemudian diterbangkan dengan pengawalan ketat ke Kota Meksiko.

Baca juga: Meksiko Klaim Kondisi Telah Pulih Usai Operasi Militer yang Menewaskan El Mencho

Balas Dendam Kartel: Pemblokadean dan Kota Teror

Begitu kabar kematian pemimpinnya menyebar, anggota kartel segera bergerak. Mereka memblokade jalan raya dengan kendaraan terbakar dan membakar bisnis di berbagai wilayah. Di resor pantai populer Puerto Vallarta, Jalisco, para turis menggambarkan situasi mengerikan dengan kepulan asap hitam membumbung tinggi di sekitar teluk.

Akibatnya, sejumlah maskapai penerbangan seperti Air Canada, United Airlines, Aeromexico, dan American Airlines untuk sementara menghentikan penerbangan di area tersebut. Sebagai langkah antisipasi, otoritas setempat juga mengumumkan penutupan sekolah di berbagai negara bagian pada hari Senin (23/2).

Dari Polisi Menjadi Bos Kartel Paling Ditakuti

El Mencho memulai kariernya sebagai polisi, lalu mendirikan CJNG yang berbasis di negara bagian Jalisco. Di bawah kepemimpinannya, kartel ini tumbuh menjadi mesin kriminal multifungsi, tidak hanya menyelundupkan narkoba (termasuk fentanil) senilai miliaran dolar ke AS, tapi juga merambah ke pencurian bahan bakar, pemerasan, penyelundupan manusia, dan penipuan keuangan canggih.

CJNG juga dikenal karena kekejamannya, termasuk mempelopori penggunaan drone untuk menyerang warga sipil di wilayah terpencil. Para ahli memperkirakan kematian El Mencho berpotensi memicu perebutan kekuasaan berdarah antarfaksi di internal kartel yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

Baca juga: Profil El Mencho, Bos Kartel Narkoba Paling Diburu Tewas dalam Operasi Militer

Reaksi AS dan Tekanan pada Meksiko

Gedung Putih dengan cepat memuji operasi ini. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan AS memberikan dukungan intelijen dan mengapresiasi kerja sama serta keberhasilan eksekusi oleh militer Meksiko. Deputi Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, menyebutnya sebagai "perkembangan hebat" bagi kedua negara dan Amerika Latin.

Penumpasan ini terjadi di tengah tekanan besar dari pemerintahan Trump terhadap Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum untuk mengintensifkan ofensif melawan kartel. Sebelumnya, Trump bahkan pernah menyebut "kartel menguasai Meksiko" dan mengancam akan mengambil tindakan sendiri. Sheinbaum, di sisi lain, menegaskan komitmen kerja sama namun memperingatkan AS agar tidak mengambil tindakan militer sepihak yang melanggar kedaulatan Meksiko.

Operasi ini menjadi pukulan telak bagi jaringan narkoba internasional, menyusul penangkapan bos Sinaloa Cartel, Joaquin 'El Chapo' Guzman, dan Ismael 'El Mayo' Zambada, yang kini mendekam di penjara AS. Namun, gelombang kekerasan yang dipicunya menjadi pengingat bahwa perang melawan kartel masih jauh dari kata usai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Misi Militer Tumpas 'El Mencho': Bos Kartel Paling Diburu Meksiko Tewas dalam Baku Tembak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!