INDOZONE.ID - Relawan peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI), telah dibebaskan oleh Israel, pada Kamis 21 Mei 2026, setelah sempat diculik pada awal pekan ini.
Namun, selama dalam masa penahanan tersebut, para peserta GSF mendapatkan tindakan tidak manusiawi, termasuk penyiksaan, dari tentara Israel.
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal MI. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)
Tak ayal, anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, mendesak masalah penyiksaan yang dialami sembilan WNI oleh Israel, dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC).
"Menggalang kesepakatan untuk membawa masalah ini ke ICC, sambil mendorong Palestina membawa ke ICJ (International Court of Justice)," kata Syamsu dalam keterangan di Jakarta, Jumat 22 Mei 2026, dikutip dari Antara, Sabtu (23/5/2026).
Baca juga: Menelusuri Akar Sejarah Zionisme: Membedah Ideologi Politik di Balik Berdirinya Negara Israel!
Ia menilai penggalangan dukungan dari banyak negara untuk mengutuk tindakan Israel juga perlu dilakukan. Syamsu berharap tindakan tentara Israel ini dapat hukuman setimpal karena masuk kategori kejahatan perang.
"Bukan hanya pemimpin Israel tapi juga personel tentara. Berarti ada penyelidikan terbuka," katanya.
Supaya ada masukan bagi ICC, Syamsu menyarankan penyiksaan yang dialami sembilan WNI itu dibawa ke Pengadilan Ad Hoc HAM di dalam negeri.
Sebelumnya, para relawan GSF berlayar membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, pada awal pekan ini.
Namun, aksi mereka dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional. Tak cuma itu, para relawan pun diculik oleh Israel, termasuk sembilan WNI.
Di antara sembilan WNI yang ikut misi kemanusiaan GSF, ada tiga wartawan. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta wartawan Tempo Andre Prasetyo Nugroho.
Baca juga: Indonesia Kecam Tindakan Tak Manusiawi Israel kepada Relawan Global Sumud Flotilla dalam Tahanan
Kini, semua relawan GSF telah dibebaskan oleh Israel. Untuk sembilan WNI, mereka akan terbang ke Istanbul, Turki, lebih dulu sebelum kembali ke Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara