Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 15 APRIL 2026 • 10:30 WIB

Pemimpin Hizbullah Desak Pemerintah Lebanon Tarik Diri dari Pembicaraan dengan Israel

Pemimpin Hizbullah Desak Pemerintah Lebanon Tarik Diri dari Pembicaraan dengan IsraelPemimpin Hizbullah Naim Qassem (REUTERS/Mohamed Azakir)

INDOZONE.ID - Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menolak pertemuan yang akan datang antara pemerintah Lebanon dan Israel di Amerika Serikat. Dalam pidato televisi pada Senin (13/4/2026), ia menyerukan pemerintah untuk mengambil "sikap bersejarah dan heroik" dengan tidak menghadiri pembicaraan yang direncanakan.

Duta Besar Lebanon dan Israel untuk AS dijadwalkan bertemu di Washington, DC, pada Selasa (14/4/2026) untuk membahas negosiasi langsung antara kedua negara. Qassem mengatakan pembicaraan itu adalah taktik untuk menekan Hizbullah agar meletakkan senjatanya.

"Israel dengan jelas menyatakan bahwa tujuan negosiasi ini adalah untuk melucuti senjata Hizbullah, seperti yang berulang kali dinyatakan [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu. Jadi, bagaimana Anda bisa pergi ke negosiasi yang tujuannya sudah jelas?" kata Qassem.

Baca juga: Hizbullah Beberkan Syarat Perdamaian dengan Israel, Gencatan Senjata Jadi Kunci

Israel Intensifkan Perang, Qassem: 'Biarkan Medan Perang Bicara Sendiri'

Israel mengintensifkan perangnya di Lebanon pada awal Maret setelah rentetan roket yang diluncurkan oleh Hizbullah. Gencatan senjata antara Israel dan kelompok yang didukung Iran secara de facto telah berlaku sejak November 2024, tetapi Israel terus melakukan serangan mematikan hampir setiap hari.

Sejak itu, pemboman Israel di Lebanon dan invasi darat di selatan telah menewaskan sedikitnya 2.055 orang, termasuk 165 anak-anak dan 87 petugas medis. Lebih dari 6.500 lainnya terluka, sementara sekitar 1,2 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

"Kami tidak akan beristirahat, berhenti, atau menyerah. Sebaliknya, kami akan membiarkan medan perang berbicara sendiri," tambah Qassem. Ia mengatakan pembicaraan yang direncanakan "memerlukan konsensus Lebanon untuk mengubah pendekatan kami dari non-negosiasi menjadi negosiasi langsung", menyebutnya sebagai "konsesi gratis" kepada Israel dan AS.

Baca juga: Israel Mulai Serang Hizbullah di Pinggiran Selatan Beirut

Protes di Beirut, Qassem Tuding Pemerintah 'Tusuk dari Belakang'

Pidatonya datang setelah ratusan orang di ibu kota Beirut memprotes pada Jumat dan Sabtu terhadap pembicaraan yang direncanakan. Para pengunjuk rasa menuduh Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengkhianati rakyat Lebanon dengan mengadakan pembicaraan langsung dengan Israel, sementara Israel melanjutkan kampanye pemboman dan memperluas invasinya.

Militer Israel pada Senin mengatakan pasukannya telah mengepung sepenuhnya kota selatan Bint Jbeil, sementara Hizbullah terus mengklaim serangan terhadap pasukan Israel di sana. Qassem mengatakan bahwa wilayah Israel utara "tidak akan aman, bahkan jika Israel memasuki wilayah Lebanon mana pun".

Ia juga menuduh Beirut "menusuk dari belakang" kelompoknya dengan mendeklarasikan kegiatan militer Hizbullah ilegal di awal perang. "Israel dan AS dengan jelas mengatakan mereka ingin memperkuat tentara Lebanon untuk melucuti senjata dan melawan Hizbullah... tapi tentara tidak bisa melakukan itu," tambah Qassem.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aljazeera.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemimpin Hizbullah Desak Pemerintah Lebanon Tarik Diri dari Pembicaraan dengan Israel

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!