Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 17 APRIL 2026 • 15:12 WIB

Donald Trump Klaim Iran Akan Menyerahkan Uranium Diperkaya ke AS

Donald Trump Klaim Iran Akan Menyerahkan Uranium Diperkaya ke ASPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelum menaiki pesawat Air Force One. (REUTERS/Evelyn Hockstein)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membuat kejutan dengan pernyataannya soal uranium yang diperkaya milik Iran.

Trump mengklaim Iran akan mentransfer uranium yang diperkaya itu ke AS. Selain itu, ia juga menyatakan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Donald Trump Klaim Iran Akan Menyerahkan Uranium Diperkaya ke ASPresiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)

"Iran tidak memiliki senjata nuklir, dan mereka telah menyetujuinya," kata Trump, dikutip dari ANTARA, Jumat (17/4/2026). 

"Iran telah menyetujuinya dengan sangat tegas. Mereka setuju menyerahkan debu nuklir yang berada jauh di bawah tanah, karena serangan yang kami lakukan dengan pesawat pengebom B-2,” jelasnya.

Baca juga: Iran Sebut Blokade AS di Selat Hormuz Ganggu Gencatan Senjata

Debu nuklir merupakan istilah yang dipakai Trump, untuk menyebutkan uranium diperkaya milik pihak Teheran. 

Menanti Akhir Perang AS-Israel vs Iran

Menilik klaim Trump, itu seakan memberi titik terang soal ujung dari perang antara AS-Israel dengan Iran yang telah terjadi pada 28 Februari silam.

Perang dimulai dengan serangan AS-Israel ke Iran. Pihak Teheran pun membalas dengan menyerang sejumlah wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Tak ayal, intensitas perang terus meningkat yang menimbulkan korban, baik luka maupun meninggal dunia, dan kerusakan fasilitas.

Untungnya, AS dan Iran sepakat menjeda perang dengan menyetujui gencatan senjata selama dua pekan yang berlaku sejak 7 April silam.

Di tengah gencatan senjata, AS dan Iran melakukan perundingan yang membahas perdamaian, di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu. Sayangnya, perundingan itu berujung buntu.

Bahkan, AS justru memutuskan melakukan blokade di Selat Hormuz sejak 13 April 2026. Pihak Teheran menilai blokade AS mengganggu gencatan senjata.

Bagaimanapun, akhir dari perang ini dinanti oleh banyak negara karena mengganggu pasokan energi global sehingga harganya melonjak drastis. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Donald Trump Klaim Iran Akan Menyerahkan Uranium Diperkaya ke AS

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!