Ilustrasi Angkatan Udara Nigeria (AP)
INDOZONE.ID - Warga sipil dikhawatirkan tewas setelah muncul laporan bahwa jet militer Nigeria menyerang pasar desa di timur laut negara itu. Serangan terjadi di dekat perbatasan antara negara bagian Yobe dan Borno, saat pesawat dilaporkan tengah menjalankan operasi melawan militan Islamis di wilayah tersebut.
Angkatan Udara Nigeria menyatakan telah melakukan serangan udara “pembersihan” di “lokasi teroris yang teridentifikasi” di wilayah Jilli, Borno, pada Sabtu (11/4/2026). Namun, mereka belum mengonfirmasi adanya serangan terhadap pasar maupun jumlah korban jiwa.
Wilayah tersebut merupakan pusat pemberontakan Boko Haram yang telah berlangsung lama, memaksa lebih dari dua juta orang mengungsi dari rumah mereka serta menewaskan ribuan lainnya.
Baca juga: Serangan Udara Pakistan di Afghanistan: Respons Atas Tekanan di Dua Perbatasan
Jumlah korban akibat serangan di pasar masih simpang siur. Mengutip anggota dewan dan warga setempat, kantor berita Reuters melaporkan sedikitnya 200 orang tewas. “Ini insiden yang sangat menghancurkan,” ujar anggota dewan tersebut, seraya menambahkan bahwa korban luka telah dibawa ke rumah sakit di Yobe dan Borno.
Sementara itu, media Nigeria seperti Sun dan Punch melaporkan sekitar 10 orang tewas dan “beberapa” lainnya terluka. Di sisi lain, surat kabar Daily Trust mengutip saksi mata yang menyebut sedikitnya 56 orang tewas, dengan 14 lainnya dirawat di rumah sakit. Pasar mingguan tersebut biasanya ramai oleh pedagang dan pembeli dari berbagai komunitas sekitar.
Dalam pernyataan di Facebook pada Minggu (12/4/2026), Badan Manajemen Darurat Negara Bagian Yobe menyebut telah menerima “laporan awal” terkait insiden di Pasar Jilli yang “diduga mengakibatkan korban jiwa dan memengaruhi sejumlah pedagang”. Tim penilaian telah dikerahkan, namun “detail mengenai sifat insiden dan jumlah korban masih belum terverifikasi”.
Pemerintah negara bagian Yobe yang berbatasan langsung juga menyatakan sejumlah warganya turut terdampak. “Beberapa warga dari Geidam yang berbatasan dengan Gubio di Borno yang pergi ke pasar mingguan Jilli turut terdampak,” kata Brigadir Jenderal Dahiru Abdulsalam.
Baca juga: Nigeria Bebas Utang dari IMF, Lalu Gimana dengan Indonesia?
Ahmed Ali (43), seorang pedagang pasar, mengatakan kepada Reuters bahwa dirinya terluka akibat ledakan tersebut. “Saya sangat takut dan mencoba melarikan diri, tetapi seorang teman menarik saya, dan kami semua berbaring di tanah,” ujarnya.
Cabang Nigeria Amnesty International mengecam serangan tersebut dan menyebut korban tewas mencapai “lebih dari 100 orang”. “Meluncurkan serangan udara bukanlah metode penegakan hukum yang sah menurut standar apa pun,” tulis organisasi itu dalam unggahan di X.
“Penggunaan kekuatan mematikan secara ceroboh seperti ini melanggar hukum, keterlaluan, dan menunjukkan bahwa militer Nigeria sangat tidak peduli terhadap nyawa warga yang seharusnya dilindungi.”
Wilayah timur laut Nigeria memang kerap mengalami insiden serupa dalam beberapa tahun terakhir, di mana operasi udara militer terhadap pemberontak Islamis justru menewaskan warga sipil secara tidak sengaja, termasuk di desa, kamp pengungsian, hingga pasar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC