Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Israel (REUTERS/Ammar Awad)
INDOZONE.ID - Israel melarang penyelenggaraan salat Idul Fitri 1447 Hijriah (H) di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur yang kini diduduki mereka.
Alasan di balik larangan tersebut adalah keamanan di tengah eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Namun, warga Palestina tidak tinggal diam. Seruan kepada umat muslim setempat dilakukan untuk berkumpul di Kota Tua guna menyelenggarakan salat Idul Fitri sedekat mungkin dengan Masjid Al-Aqsa.
Sebelumnya, polisi Israel juga melarang warga Palestina yang hendak salat di luar tembok Kota Tua. Pentungan, granat kejut, dan gas air jadi alat polisi Israel untuk mengusir warga Palestina yang hendak salat.
Kamu harus tahu, aksi salat di luar tembok Kota Tua oleh para warga Palestina merupakan bentuk protes atas penutupan Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan.
Baca juga: Polisi Israel Tangkap Imam Masjid Al-Aqsa Jelang Ramadhan
Tak ayal, suasana Yerusalem Timur tampak tidak bergairah jelang lebaran. Selain itu, Kota Tua biasanya ramai oleh warga Palestina jelang hari raya juga tampak sepi.
Hanya apotek dan toko bahan pokok yang dapat izin beroperasi, sedangkan toko pedagang Palestina tidak boleh buka. Israel memberlakukan pembatasan akses dengan dalih larangan berkumpul.
Alhasil, pelarangan ini menimbulkan dampak negatif bagi para pedagang Palestina. Beberapa pedagang yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan tekanan ekonomi mulai terasa berat untuk mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara