INDOZONE.ID - Pemerintah Korea Selatan meningkatkan kesiagaan jelang konser comeback BTS Sabtu (21/3/2026) mendatang.
Kegiatan tersebut bahkan dibahas secara khusus dalam rapat kabinet.
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menyatakan bahwa, "Masalah utamanya adalah keselamatan."
Ia meminta Kementerian Dalam Negeri dan layanan darurat bersiap menghadapi segala kemungkinan.
Konser comeback BTS diperkirakan akan menciptakan penumpukan orang dalam jumlah besar. Sebanyak 260 ribu tiket sudah habis terjual.
Baca juga: Amunisi Menipis, Pentagon Minta Tambahan Anggaran 200 Miliar Dolar untuk Perangi Iran
BTS akan tampil di alun-alun Gwanghwamun, di depan istana bersejarah Gyeongbokgung pada Sabtu, sehari setelah perilisan album studio kelima mereka yang bertajuk Arirang.
Bagi Lee Jae Myung, konser akbar itu bisa menjadi momen penting yang menegaskan posisi Korea Selatan dalam budaya global.
Kepala Staf Kepresidenan, Kang Hoon-sik, sebelumnya mengatakan satu kecelakaan saja dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada reputasi negara.
Korea Selatan masih menyimpan trauma tragedi kerumunan Itaewon tahun 2022 yang menewaskan 159 orang.
Otoritas Korea Selatan menaikan status siaga teror satu level di beberapa bagian Ibu Kota Seoul. Status itu kan berlaku hingga tengah malam di hari Sabtu.
Baca juga: Laporan Intelijen Ungkap Kebohongan Trump terkait Fasilitas Nulir Iran
Polisi mengidentifikasi kemungkinan serangan teror mengingat situasi global yang memanas seiring perang Iran. Sebagai informasi, Kedutaan Besar AS berada sekitar 160 meter dari panggung.
Kepolisian Seoul akan mengerahkan 6.500 petugas, termasuk lebih dari 70 unit polisi anti-huru-hara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian