Ilustrasi serangan udara (KCNA via REUTERS)
INDOZONE.ID - Rusia kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke Ukraina pada Kamis (12/2/2026).
Kombinasi rudal balistik dan drone menghujani sejumlah kota besar, memutus aliran listrik, air, dan pemanas bagi puluhan ribu warga di tengah musim dingin yang membekukan.
Serangan semalam itu menghantam Kyiv, Odesa, Dnipro, dan Lozova.
Ukraina mencatat Rusia meluncurkan 24 rudal balistik, satu rudal jelajah, dan 219 drone.
Pasukan pertahanan udara Ukraina dikabarkan berhasil menembak jatuh 16 rudal dan 197 drone, namun sejumlah serangan tetap mencapai sasaran.
Baca juga: Israel Resmi Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump, Sidang Perdana Bahas Rekonstruksi Gaza
Di ibu kota Kyiv, Wali Kota Vitali Klitschko melaporkan sekitar 3.500 apartemen kehilangan pasokan pemanas.
Dari jumlah itu, hampir 2.600 di antaranya adalah bangunan yang baru terputus akibat serangan kali ini, ditambah 1.100 bangunan yang sudah terdampak sejak serangan sebelumnya.
Perusahaan energi swasta DTEK menyebut lebih dari 100.000 keluarga mati listrik.
Mereka memastikan salah satu pembangkit listrik tenaga panas miliknya menjadi sasaran, meski enggan merinci lokasinya.
Ledakan juga merusak sebuah bangunan tempat tinggal. Dua orang dilaporkan terluka dalam insiden di Kyiv tersebut.
Baca juga: Bangladesh Gelar Pemilu Bersejarah Pasca-Revolusi Gen Z, 128 Juta Warga Tentukan Nasib
Situasi tak kalah genting terjadi di Odesa. Gangguan pasokan listrik akibat serangan membuat hampir 300.000 orang kehilangan akses air bersih.
Wakil Perdana Menteri Oleksiy Kuleba mengungkapkan, nyaris 200 bangunan di kota pelabuhan strategis di Laut Hitam itu ikut kehilangan pemanas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters