Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 29 JANUARI 2026 • 15:15 WIB

Donald Trump Ancam Iran dengan Serangan Lebih Dahsyat Jika Tolak Negosiasi Nuklir

Donald Trump Ancam Iran dengan Serangan Lebih Dahsyat Jika Tolak Negosiasi NuklirPresiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mendesak Iran agar mau berunding dan mencapai kesepakatan terkait senjata nuklir.

Apabila Iran menolaknya, Trump memperingatkan bahwa AS akan melakukan serangan yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya.

"Semoga Iran segera ‘datang ke meja perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan setara tanpa senjata nuklir yang menguntungkan semua pihak. Waktu terus berjalan, dan situasinya sangat mendesak,” tulis Trump di media sosialnya, Rabu (28/1/2026) waktu setempat.

Baca juga: Disamping Donald Trump, Presiden Prabowo Ikut Tanda Tangani Piagam Dewan Perdamaian

"Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi," tambah Trump.

Di tengah ancaman itu, Trump kembali menegaskan bahwa sebuah armada Angkatan Laut AS sedang bergerak menuju wilayah Iran.

Tanggapan Iran soal Ancaman Trump

Menanggapi hal itu, Iran justru melontarkan ancaman balasan terhadap Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara yang mendukung keduanya.

Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Shamkhani, menyatakan bahwa setiap tindakan militer dari Amerika Serikat akan dibalas dengan serangan terhadap AS, Israel, dan pihak-pihak yang mendukungnya. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di platform X pada Rabu.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan angkatan bersenjata Iran saat ini dalam siaga penuh jika AS benar-benar melakukan serangan.

"Pasukan kami siap, dengan jari di pelatuk, untuk merespons secara cepat dan kuat terhadap SETIAP bentuk agresi," tulisnya di X.

Meski demikian, Araqchi juga menegaskan bahwa Iran tetap terbuka terhadap kesepakatan nuklir yang adil. Menurutnya, Iran selalu menyambut kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan, dilakukan secara setara, tanpa paksaan, ancaman, atau intimidasi, serta menjamin hak Iran atas teknologi nuklir untuk tujuan damai dan memastikan tidak adanya senjata nuklir.

Baca juga: Donald Trump Tak akan Pakai Kekuatan Militer untuk Caplok Greenland

Araqchi juga mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir dirinya tidak berkomunikasi dengan utusan khusus AS Steve Witkoff, maupun mengajukan permintaan untuk bernegosiasi, sebagaimana dilaporkan media pemerintah Iran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Donald Trump Ancam Iran dengan Serangan Lebih Dahsyat Jika Tolak Negosiasi Nuklir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!