Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 30 NOVEMBER 2025 • 11:00 WIB

Diplomat Top China Kunjungi Rusia untuk Bahas Keamanan Regional

Diplomat Top China Kunjungi Rusia untuk Bahas Keamanan RegionalMenteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan pidatonya pada upacara pembukaan Lanting Forum di Beijing, China, pada 27 Oktober 2025. (Reuters/Maxim Shemetov)

INDOZONE.ID - Diplomat top China, Wang Yi, dipastikan akan melakukan kunjungan ke Rusia pekan depan dalam rangka pembicaraan keamanan regional antara China dan Rusia

Informasi ini disampaikan langsung oleh Kementerian Luar Negeri China pada Jumat, 28 November 2025, di tengah meningkatnya upaya global untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Ukraina.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menjelaskan bahwa Wang Yi akan berada di Moskow pada Senin hingga Selasa mendatang, untuk mengikuti konsultasi strategis rutin antara kedua negara. 

Baca juga: Pemilik Restoran Jepang di China Resah karena Ketegangan Diplomatik Memanas

Agenda tersebut merupakan bagian dari kerja sama yang terus diperdalam oleh kedua pihak di sektor keamanan regional dan internasional.

Menurut Mao, dalam pertemuan itu Wang Yi yang merupakan diplomat top China yang mengunjungi Rusia membahas keamanan regional, akan bertukar pandangan secara menyeluruh mengenai isu-isu global yang menjadi perhatian bersama. 

Pertemuan ini juga diharapkan memperkuat komunikasi terkait kepentingan strategis kedua negara, termasuk stabilitas kawasan.

Kunjungan ini berlangsung di saat Amerika Serikat kembali mendorong inisiatif menghentikan perang Ukraina yang telah berlangsung hampir empat tahun. Dalam situasi tersebut, peran China terus menjadi sorotan internasional.

Baca juga:  Presiden Taiwan Santap Sushi Jepang sebagai Gestur Dukungan di Tengah Ketegangan dengan China

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Moskow siap menghentikan operasi militernya jika Kyiv menarik pasukannya dari wilayah yang diklaim Rusia. 

Jika tidak, ia menegaskan bahwa Rusia akan merebut wilayah itu dengan kekuatan militer. 

Di medan perang, pasukan Rusia secara perlahan terus menekan pertahanan Ukraina, terutama di wilayah timur. Meski tidak terlibat langsung dalam konflik, China tetap disorot oleh komunitas internasional. 

Kyiv menuduh Beijing memasok barang yang berpotensi digunakan dalam perang, serta tetap menjadi pembeli energi Rusia di tengah sanksi global. 

Namun, pemerintah China membantah tuduhan tersebut dan menegaskan posisinya sebagai pihak netral yang siap menjadi mediator perdamaian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Diplomat Top China Kunjungi Rusia untuk Bahas Keamanan Regional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!