INDOZONE.ID - Penyelidikan FBI atas penembakan Garda Nasional terus berkembang setelah insiden yang mengguncang keamanan di pusat ibu kota Amerika Serikat tersebut.
FBI menggerebek beberapa rumah di negara bagian Washington dan San Diego pada Kamis (27/11/2025) sebagai update investigasi penembakan dua anggota Garda Nasional yang terjadi hanya beberapa langkah dari Gedung Putih.
Dalam konferensi pers, Direktur FBI Kash Patel menjelaskan bahwa sejumlah perangkat elektronik seperti ponsel, iPad, dan laptop disita dari rumah yang digerebek FBI pasca insiden dekat Gedung Putih.
Baca juga: Washington DC Mencekam, Dua Prajurit National Guard Tertembak Dekat Gedung Putih
Keluarga tersangka juga telah dimintai keterangan guna memperkuat bukti-bukti yang dikumpulkan.
Dua anggota Garda Nasional yang menjadi korban adalah Sarah Beckstrom (20) dan Andrew Wolfe (24).
Mereka diserang mendadak oleh seorang pria bersenjata ketika sedang berpatroli di sekitar area Gedung Putih pada Rabu sore.
Baca juga: Kesepakatan Trump dan Korea Selatan Tertunda karena Isu Kapal Selam Nuklir
Penyerang menggunakan revolver .357 Magnum dan menembak Beckstrom hingga terjatuh sebelum kembali melepaskan tembakan kedua serta menghujani peluru ke arah Wolfe.
Pemerintah AS memastikan upaya hukum maksimal akan ditempuh.
Jaksa Agung Pam Bondi menyebut pelaku akan didakwa atas tindak terorisme dengan kemungkinan hukuman penjara seumur hidup.
Pelaku yang diidentifikasi sebagai Rahmanullah Lakanwal (29) sempat bekerja bersama pasukan mitra AS di Afghanistan.
Ia tiba di Amerika pada 2021 melalui program pemukiman ulang Operation Allies Welcome, yang diperuntukkan bagi warga Afghanistan yang membantu AS dan menghadapi ancaman Taliban setelah penarikan pasukan.
Kondisi Beckstrom masih sangat kritis. Ayahnya mengatakan kepada New York Times bahwa putrinya kemungkinan tidak mampu bertahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters