Polisi dan petugas forensik bekerja di lokasi ledakan, Delhi, India. (REUTERS/Adnan Abidi)
INDOZONE.ID - Otoritas India kembali melakukan langkah besar dalam penyelidikan ledakan bom di Delhi yang mengguncang publik pada 10 November 2025.
Dalam perkembangan terbaru, Badan Anti-Terorisme India menangkap empat orang tambahan yang diduga terlibat langsung dalam serangan tersebut.
Polisi dan petugas forensik bekerja di lokasi ledakan, Delhi, India. (REUTERS/Adnan Abidi)
Penangkapan ini menambah daftar panjang penangkapan terbaru terkait ledakan Delhi yang terus dilakukan sejak insiden itu terjadi.
Baca juga: India Tangkap Komplotan Pelaku Ledakan Mobil di Delhi, Diduga Aksi Bom Bunuh Diri
Serangan yang menargetkan area dekat Red Fort, salah satu situs bersejarah di jantung ibu kota, menewaskan 10 orang dan melukai 32 lainnya.
Para korban ledakan maut di Delhi itu terdiri dari warga sipil yang kebetulan melintas di kawasan tersebut saat mobil yang berisi bahan peledak meledak hebat.
Dalam pernyataan resmi, National Investigation Agency (NIA) memastikan bahwa keempat orang yang kini ditahan memiliki peran penting dalam perencanaan maupun pelaksanaan serangan.
Baca juga: Ledakan di Kantor Polisi India Tewaskan 9 Orang dan Lukai 27 Lainnya
Penangkapan ini membuat publik semakin menyoroti bagaimana jaringan serangan itu bekerja dan siapa saja yang berada di balik aksi teror tersebut.
Identitas empat tersangka yang kini disebut sebagai “pelaku utama” adalah:
- Dr Muzammil Shakeel Ganai
- Dr Adeel Ahmed Rather
- Mufti Irfan Ahmad Wagay
- Dr Shaheen Saeed dari kota Lucknow
Mereka diduga merupakan bagian dari kelompok yang membantu merancang serangan tersebut. Meski begitu, NIA belum merinci secara detail bentuk keterlibatan masing-masing tersangka.
Sebanyak tiga dari empat tersangka sebelumnya sudah diamankan oleh polisi Jammu dan Kashmir. Mereka diduga terhubung dengan kelompok militan berbasis Pakistan seperti Jaish-e-Mohammad dan Ansar Ghazwat-ul-Hind.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timesofindia.com