INDOZONE.ID - Sebuah ledakan di kantor polisi Kashmir, mengguncang kawasan Srinagar dan menewaskan sejumlah petugas.
Insiden ini menambah daftar peristiwa mematikan di wilayah yang kerap bergejolak, apalagi terjadi hanya beberapa hari setelah ledakan mobil fatal di New Delhi.
Sedikitnya sembilan orang menjadi korban ledakan di Kashmir, sementara 27 lainnya luka-luka ketika tumpukan bahan peledak hasil sitaan meledak di kantor polisi Nowgam.
Menurut Direktur Jenderal Kepolisian Jammu dan Kashmir, Nalin Prabhat, ledakan terjadi saat tim forensik dan petugas pemerintah sedang memeriksa bahan peledak tersebut.
Baca juga: India Evakuasi Puluhan Ribu Warga Jelang Badai Siklon Montha
Prabhat menegaskan bahwa insiden ini bukan serangan teror di Kashmir, melainkan “ledakan tidak disengaja” yang terjadi selama pemeriksaan laboratorium. Hal ini sekaligus membantah kabar liar yang menyebut kantor polisi Kashmir diserang pihak militan.
Proses identifikasi korban masih berlanjut, mengingat beberapa jasad mengalami luka bakar parah. Seorang sumber kepolisian menjelaskan bahwa kekuatan ledakan di kantor polisi Kashmir begitu besar, hingga beberapa bagian tubuh terlempar ke rumah warga dalam radius 100-200 meter.
Kebakaran turut melanda kompleks kantor polisi, dan sejumlah unit pemadam berupaya keras mengendalikan api. Ledakan ini terjadi hanya empat hari setelah sebuah mobil meledak di New Delhi dan menewaskan delapan orang.
Baca juga: Mahkamah Agung India Selidiki Kebun Binatang Raksasa Milik Anant Ambani
Pemerintah India mengategorikan ledakan di ibu kota sebagai aksi teror, dan penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui ada tidaknya hubungan dengan sejumlah penangkapan terkait Kashmir.
Rangkaian peristiwa ini kembali menyoroti ketegangan lama antara India dan Pakistan, yang sejak lama memperebutkan wilayah Kashmir.
Pihak berwenang mengatakan bahwa penyebab pasti ledakan masih diselidiki secara mendalam melalui pemeriksaan forensik dan kimiawi.
Polisi meminta publik tidak membuat spekulasi liar, terutama terkait dugaan serangan teror yang belum terbukti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nypost.com