Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 13:30 WIB

Korut Sebut Kesepakatan Kapal Selam Nuklir Korsel-AS Picu Efek Domino Nuklir

Korut Sebut Kesepakatan Kapal Selam Nuklir Korsel-AS Picu Efek Domino NuklirPresiden Korsel, Lee Jae Myung dan Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Evelyn Hockstein)

INDOZONE.ID - Korea Utara kembali menegaskan penolakannya terhadap kesepakatan kapal selam nuklir Seoul-AS yang diumumkan pekan lalu. 

Dalam komentar resmi yang dirilis media pemerintah KCNA pada Selasa (18/11), Pyongyang menilai bahwa kerja sama tersebut berpotensi memicu ketegangan baru dan menciptakan apa yang mereka sebut sebagai efek domino nuklir di kawasan.

Kesepakatan itu sebelumnya disampaikan langsung oleh Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. 

Baca juga: Kesepakatan Trump dan Korea Selatan Tertunda karena Isu Kapal Selam Nuklir

Ia mengumumkan bahwa Seoul dan Washington telah merampungkan perjanjian besar di bidang keamanan dan perdagangan termasuk langkah untuk mulai mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir. 

Pemerintah Korea Selatan juga menyebut telah memperoleh dukungan untuk memperluas kewenangan dalam pengayaan uranium serta pengolahan ulang bahan bakar nuklir bekas.

Sebagai bagian dari reaksi Korut tentang kesepakatan nuklir Korsel-AS, KCNA menyebut program kapal selam nuklir tersebut sebagai “upaya konfrontatif yang sangat berbahaya”. 

Baca juga: Bekerja Terlalu Lama, Karyawan di Kafe Terkenal Korea Ini Tewas Pada Usia 26 Tahun

Dalam pernyataannya, Pyongyang menilai proyek ini berpotensi melemahkan stabilitas kawasan dan memperburuk situasi keamanan.

Menurut pernyataan Korut soal efek domino nuklir, kepemilikan kapal selam nuklir oleh Korea Selatan “tidak dapat dihindari akan menciptakan reaksi berantai di kawasan dan memicu perlombaan senjata yang semakin panas”. 

Korea Utara juga menegaskan bahwa mereka akan mengambil langkah balasan yang “lebih realistis dan lebih tepat”, karena menilai Seoul dan Washington menunjukkan niat konfrontatif.

Kecaman Korea Utara muncul hanya sehari setelah Seoul menawarkan pembicaraan militer untuk mencegah bentrokan di perbatasan yang menjadi sesuatu yang belum terjadi dalam tujuh tahun terakhir. 

Presiden Lee juga sempat menyatakan kesediaannya membuka dialog lebih luas dengan Pyongyang tanpa prasyarat, sebuah perubahan besar dibanding pendekatan keras pemerintahan sebelumnya.

Menanggapi kecaman terbaru itu, kantor kepresidenan Korea Selatan menegaskan bahwa negara tersebut “tidak memiliki niat bermusuhan terhadap Korea Utara”. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: N.news.naver.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Korut Sebut Kesepakatan Kapal Selam Nuklir Korsel-AS Picu Efek Domino Nuklir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!