INDOZONE.ID - Hujan deras yang berlangsung selama dua bulan terakhir memicu banjir monsoon di Pakistan.
Sejak Juni 2025, bencana ini menewaskan sekitar 800 orang dan menghancurkan ribuan rumah, serta merusak lahan pertanian. Ribuan warga juga terpaksa mengungsi setelah tempat tinggal mereka hanyut terbawa arus.
Menurut para ahli, penyebab banjir Pakistan kali ini adalah kombinasi curah hujan monsoon ekstrem, lemahnya infrastruktur, hingga mencairnya gletser di wilayah pegunungan.
Baca juga: Ratusan Orang Tewas Akibat Banjir Bandang di Pakistan, Petugas Kesulitan Berikan Bantuan
Badan Meteorologi Pakistan menyebutkan pola hujan telah bergeser, dengan curah hujan lebih banyak terjadi di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa sebagai wilayah yang paling banyak memakan korban jiwa.
Selain itu, meningkatnya suhu di kawasan pegunungan dalam beberapa dekade terakhir mempercepat pencairan gletser. Kondisi tersebut membuat aliran air semakin deras dan meningkatkan risiko longsor.
Dampak banjir monsoon di Pakistan sangat besar, bukan hanya menelan korban jiwa tetapi juga merusak ribuan rumah serta lahan pertanian.
Baca juga: Korban Banjir Bandang dan Longsor di Pakistan Tembus 351 Jiwa, Evakuasi Masih Berlangsung
Banyak desa terisolasi akibat longsor, sementara akses bantuan menjadi terhambat karena jalan tertutup puing dan lumpur. Warga yang selamat terpaksa bertahan di pengungsian dengan fasilitas seadanya.
Pemerintah bersama lembaga internasional berupaya meningkatkan sistem peringatan dini dan memperbaiki akses logistik. Namun, bantuan untuk korban banjir Pakistan dinilai masih kurang.
Sejumlah organisasi lokal mendorong pembangunan rumah tahan banjir, penggunaan material lebih kokoh, serta penanaman vegetasi agar bisa menjadi penahan alami aliran air.
Yasmeen Lari, arsitek sekaligus pendiri Heritage Foundation, menekankan pentingnya kesiapan masyarakat.
“Jika komunitas tidak dipersiapkan untuk menghadapi bencana, korban jiwa akan terus berjatuhan dan kemiskinan semakin meningkat,” ujarnya.
Perubahan iklim disebut sebagai faktor utama yang memperparah monsun di Pakistan. Suhu yang meningkat lebih dari 2,5 derajat Celsius dalam 50 tahun terakhir membuat gletser mencair dengan cepat. Fenomena hujan ekstrem seperti cloudburst juga semakin sering terjadi dan sulit diprediksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters