INDOZONE.ID - Korban tewas akibat banjir bandang dan longsor yang dipicu hujan deras di Pakistan terus meningkat.
Laporan terbaru menyebut bahwa hingga (17/8/2025) waktu setempat, jumlah korban jiwa telah mencapai 351 orang.
Provinsi Khyber Pakhtunkhwa menjadi wilayah dengan dampak paling parah, mencatatkan 328 korban meninggal dunia.
Selain itu, 12 orang dilaporkan tewas di Gilgit-Baltistan dan 11 orang lainnya di Azad Jammu dan Kashmir.
Baca juga: Banjir Bandang Terjang Wilayah Himalaya, Empat Tewas dan Ratusan Orang Hilang
Otoritas Pakistan memperingatkan jumlah korban bisa bertambah, mengingat operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di sejumlah lokasi terdampak.
Hujan deras telah menghancurkan rumah, toko, hingga infrastruktur penting di berbagai wilayah.
Pemerintah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa bahkan menetapkan status darurat di semua daerah terdampak banjir.
Laporan otoritas penanggulangan bencana setempat menyebutkan ada sembilan wilayah yang terdampak serius, yakni Swat, Battagram, Bajaur, Buner, Dir Lower, Dir Upper, Mansehra, Torghar, dan Shangla.
Di Buner, salah satu daerah terparah, tercatat 209 orang meninggal dunia, 134 orang hilang, dan 159 lainnya terluka.
Operasi penyelamatan melibatkan tiga batalyon militer serta sekitar 300 relawan pertahanan sipil. Hingga saat ini lebih dari 3.500 orang telah berhasil dievakuasi.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Tanah Longsor Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?
Pemerintah daerah menyalurkan bantuan darurat berupa makanan, tenda, dan selimut bagi para pengungsi.
Kepala daerah Khyber Pakhtunkhwa, Ali Amin Gadaput, turun langsung meninjau kawasan terdampak dan memimpin rapat penanganan bencana. Ia menegaskan, tidak ada satu pun korban yang akan ditinggalkan dalam proses rehabilitasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Anadolu, ANTARA