INDOZONE.ID - Banjir besar di Vietnam kembali menelan korban jiwa.
Kali ini, Provinsi Nghe An di wilayah tengah Vietnam dilanda banjir hebat setelah diguyur hujan lebat akibat Badai Tropis Wipha. Setidaknya tiga orang dilaporkan tewas dan satu orang lainnya masih hilang dalam peristiwa ini.
Vietnam yang memiliki garis pantai panjang dan langsung menghadap ke Laut China Selatan memang kerap dilanda badai. Badai Tropis Wipha di Vietnam menjadi badai besar pertama yang menerjang negara tersebut pada tahun 2025.
Wipha mulai menghantam daratan Vietnam pada Selasa, 22 Juli, setelah sebelumnya melanda Hong Kong dan sebagian wilayah China. Dampak badai ini juga memperparah curah hujan musiman dan banjir yang terjadi di Filipina.
Baca juga: Topan Wipha Terjang Hong Kong dan Daratan China, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Menurut laporan Kinh Te Moi Truong yang mengutip informasi dari Komite Rakyat Provinsi Nghe An, satu korban tewas akibat tertimbun tanah longsor, sementara korban lainnya terseret arus deras saat banjir melanda.
Jumlah korban tewas akibat banjir di Nghe An diperkirakan bisa bertambah, mengingat masih ada warga yang belum ditemukan.
Lebih dari 3.700 rumah warga terendam banjir, dan sebanyak 459 rumah lainnya rusak karena terpaan angin kencang. Foto-foto dari media pemerintah menunjukkan betapa parahnya kondisi di lapangan, dengan rumah-rumah di beberapa desa terendam hingga ke bagian atap.
Baca juga: Topan Wipha Hantam Tiongkok Selatan dan Vietnam Utara, Picu Banjir Bandang dan Longsor
“Kami sudah kehilangan segalanya, seperti sawah, pakaian, bahkan uang. Kini kami hanya bisa bertahan dengan tangan kosong,” ujar Dang Thi Ngoc, salah satu korban banjir kepada stasiun TV nasional VTV.
Selain merusak permukiman warga, banjir juga menghancurkan sekitar 1.600 hektar lahan sawah dan 1.290 hektar lahan tanaman bernilai ekonomi lainnya di Nghe An.
Badan prakiraan cuaca nasional Vietnam memperingatkan bahwa hujan lebat dengan intensitas hingga 250 milimeter masih mungkin terjadi di beberapa wilayah utara hingga Sabtu. Kondisi ini dapat memperbesar risiko banjir susulan, terutama di wilayah yang sudah terdampak sebelumnya.
Vietnam dilanda badai dan banjir hampir setiap tahun, namun perubahan iklim membuat intensitas dan dampaknya semakin sulit diprediksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: VNExpress