Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 25 MEI 2025 • 13:44 WIB

Australia Mulai Bersihkan Sisa-sisa Banjir yang Tewaskan 5 Orang

Australia Mulai Bersihkan Sisa-sisa Banjir yang Tewaskan 5 OrangPemandangan dari drone menunjukkan area banjir di dekat Sungai Hunter, Heatherbrae, Australia, 24 Mei 2025.

INDOZONE.ID - Australia mulai bersihkan sisa-sisa banjir yang melanda tenggara negara tersebut.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, pada Sabtu (24/5/2025) menyampaikan bahwa pembersihan pasca banjir di Australia Tenggara telah dimulai, menyusul banjir besar yang menewaskan lima orang dan merusak lebih dari 10.000 properti.

Kami terus bekerja sama antara pemerintah pusat, negara bagian, dan daerah untuk memastikan warga Australia mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan sekarang maupun selama masa pemulihan,” kata Albanese melalui platform media sosial X.

Baca Juga: Pemerintah Australia Alokasikan Rp88 Triliun untuk Layanan Kesehatan Jelang Pemilu

Dampak banjir di Australia cukup parah, terutama di kawasan mid-north coast New South Wales (NSW).

Banjir pekan ini memutus akses ke sejumlah kota, menyeret ternak, dan merusak banyak rumah warga. Menurut lembaga layanan darurat NSW, sekitar 10.000 properti diperkirakan mengalami kerusakan.

Penilaian kerusakan sedang dilakukan di daerah terdampak banjir,” kata lembaga tersebut. Meskipun kondisi terkini Australia setelah banjir besar ini mulai membaik sejak Jumat, ratusan warga masih harus mengungsi ke pusat-pusat evakuasi.

Baca Juga: Berkelahi dengan WN Australia, 12 Security Finns Beach Club Jadi Tersangka

Komisaris Layanan Darurat Negara Bagian Mike Wassing menyampaikan dalam konferensi pers di Sydney bahwa 52 penyelamatan akibat banjir berhasil dilakukan semalam.

Korban tewas akibat banjir di Australia terus bertambah. Yang terbaru adalah seorang pria berusia 80-an tahun yang ditemukan meninggal di sebuah properti yang terendam banjir sekitar 50 km dari Taree, salah satu kota yang paling parah terdampak, kata polisi.

Albanese, yang sempat membatalkan kunjungan ke Taree pada Jumat karena banjir, menyebut kabar ini sangat menyedihkan. Taree sendiri terletak di tepi Sungai Manning, sekitar 300 km sebelah utara Sydney.

Pikiran dan doa kami bersama keluarga almarhum dan seluruh komunitas di sana,” ujar Albanese.

Banjir ini disebabkan oleh hujan deras yang terus mengguyur selama beberapa hari. Luapan air dari sungai menenggelamkan perempatan dan rambu jalan di kota-kota pesisir utara tengah, sementara mobil-mobil hampir seluruhnya terendam. Saat puncak banjir, sekitar 50.000 orang sempat terisolasi.

Australia dalam beberapa tahun terakhir semakin sering dilanda cuaca ekstrem, yang menurut para ahli merupakan dampak dari perubahan iklim.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nypost.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Australia Mulai Bersihkan Sisa-sisa Banjir yang Tewaskan 5 Orang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!