INDOZONE.ID - Baru-baru ini sejumlah perwakilan Forum Cik Ditiro, yakni 7 anggota, mendatangi Kantor Pos di wilayah Titik Nol Kilometer Yogyakarta untuk mengirimkan surat kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) agar segera menarik surat persetujuan mengelola tambang.
Mereka menilai kebijakan tersebut dapat menjerumuskan ormas pada dosa ekologis atau tidak masuk akal.
"Kami minta kepada PBNU pusat agar tidak menerima tawaran pemerintah untuk mengelola tambang," kata Inisiator Cik Ditiro, Masduki.
Baca Juga: Akibat Kencing Sembarangan, Pria di Tangsel Dikeroyok Warga hingga Luka 13 Jahitan
Masduki menekankan, terhadap kesalahan ini segera dikoreksi apalagi permohonan izin atas nama kemaslahatan umat.
"(Alasan kebutuhan umat) itu nggak nyambung dan nggak masuk akal," ujarnya.
"Ormas termasuk NU saya rasa tidak kompeten untuk memgelola tambang. Jadi sebelum ormas-ormas lain ikut-ikutan kita mohon kepada pak Yahya selaku pimpinan PBNU untuk emnarik surat keputusan itu", tegasnya.
Baca Juga: Harga Uang Palsu Produksi Sindikat di Jakbar: Rp20 M Dijual Rp5 M!
Namun, jika surat yang diberikannya itu tidak sesuai harapan, pihaknya tetap akan melakukan hal lain, dan terus mengingatkan bahwasannya keputusan PBNU tersebut dapat mencoreng nama baik ormas.
Terlebih, NU sendiri merupakan organisasi Islam terbesar dan yang paling berpengaruh di Indonesia.
"Tidak ada aksi lagi, tapi kalau pun tetap diterima, biar dosanya mereka tanggung sendiri", pungkasnya.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung