Banjir di Aceh. (ANTARA FOTO/Ampelsa)
INDOZONE.ID - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, menyebut hunian sementara (huntara) dan hunian tetap, untuk warga terdampak bencana banjir di Aceh dan Sumatra, akan disediakan.
Proses penyediaan huntara tersebut akan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto.
Bangkai gajah ditemukan di daerah terdampak banjir Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (ANTARA/FB Anggoro)
"Nanti kalau huntara yang memimpin adalah Pak Kepala BNPB. Tapi, itu sudah menjadi bagian dari perencanaan untuk menyiapkan huntara dan tentu nanti hunian tetapnya," ujar Gus Ipul, sapaan akrab Mensos, di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Rabu (3/12/2025).
Huntara dan hunian tetap merupakan bagian dari bantuan yang diberikan pemerintah kepada korban terdampak bencana.
Baca juga: Update Korban Banjir dan Longsor Sumatra Hari Ini: 753 Orang Meninggal Dunia dan 650 Lainnya Hilang!
Nah, penyediaan hunian ini akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, untuk identifikasi lokasi serta perencanaan pembangunan.
Tak cuma itu, para ahli waris korban meninggal dunia (Rp15 juta) dan warga yang mengalami luka berat (Rp5 juta), akan mendapatkan santunan dari Kementerian Sosial.
Setelah asesmen lanjutan, pemerintah akan menyiapkan program pemberdayaan bagi warga yang kehilangan rumah, pekerjaan, hingga mata pencaharian.
"Intinya, ini adalah kerja bersama. Ini sinergi, ini gotong royong menindaklanjuti arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto)," jelasnya.
Hingga kini, Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan senilai Rp25 miliar, baik dalam bentuk natura maupun dukungan operasional dapur umum. Dana tersebut termasuk belanja bahan baku dan pembiayaan sumber daya manusia (SDM).
Sebanyak 30 dapur umum, baik dikelola masyarakat maupun dibangun dinas sosial setempat, yang tersebar di tiga provinsi tersebut.
Dapur umum tersebut didukung oleh lebih dari 570 orang Taruna Siaga Bencana (Tagana). Setiap harinya, dapur umum tersebut mampu menghasilkan sekira 80 ribu bungkus makanan.
Sementara itu, melansir dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (3/12/2025), sekira pukul 09.00 WIB, tercatat 753 orang meninggal dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara