INDOZONE.ID - Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) membuat jumlah korban tewas dan ratusan otang lainnya masih hilang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan fokus utama saat ini adalah pencarian korban, penyaluran bantuan, dan pembukaan akses yang tertutup longsor.
Di Sumatera Utara, dampaknya paling parah. Tiga daerah, yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga, menjadi titik paling terdampak.
“Sumatera Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan. Kemudian ada 103 jiwa yang masih hilang,” ujar Kepala BNPB Suharyanto dalam pernyataannya yang dikutip Minggu (40/11/2035).
Ribuan warga terpaksa mencari tempat aman karena rumah rusak dan banyak wilayah terisolir. Jalur nasional Sibolga–Padang Sidempuan serta Sibolga–Tarutung putus total. Beberapa jembatan ikut terputus, termasuk Jembatan Pandan.
Di Mandailing Natal, tujuh wilayah terisolir karena jalan provinsi tertutup. Sejumlah desa hanya bisa dijangkau alat berat atau penerbangan logistik.
Baca juga: Update Terbaru Banjir-Longsor di 3 Provinsi: Korban Jiwa Jadi 303 Orang!
Untuk mempercepat penanganan, BNPB mengerahkan lima helikopter yang stand by di Bandara Silangit. Distribusi bantuan dilakukan melalui udara karena akses darat belum stabil.
“Seperti Sibolga, sampai hari ketiga belum bisa kita tembus lewat darat, tapi sudah bisa didistribusikan logistik lewat udara,” kata Suharyanto.
Heli TNI AD Bell 412EPI, MI-17V5, hingga helikopter swasta ikut dikerahkan. Pesawat Cessna Caravan juga dipakai untuk angkut logistik dan personel.
Dua hari setelah status tanggap darurat ditetapkan, Aceh mencatat 47 korban meninggal, 51 hilang, dan delapan luka-luka.
Bangkai gajah ditemukan di daerah terdampak banjir Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (ANTARA/FB Anggoro)
Pengungsi melonjak hingga 48.887 kepala keluarga, terutama di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BNPB