Bencana banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. (Antara/HO-Pusdalops PB Sumut)
INDOZONE.ID - Bencana banjir yang melanda Tapanuli sejak pekan lalu membuat ribuan warga harus bertahan di kondisi sulit.
Menurut data Pusdalops PB Sumut, ada 1.902 kepala keluarga dari tujuh kecamatan yang terdampak setelah hujan berintensitas tinggi terus turun sejak 17–22 November.
Kecamatan Kolang menjadi wilayah paling parah dengan lebih dari 1.200 KK terdampak.
Sarudik dan Pandan juga mencatat ratusan keluarga terdampak, sementara wilayah lain seperti Lumut, Barus, dan Tukka turut kebanjiran.
Pihak Pusdalops menyebut ada delapan kelurahan dan lima desa yang terendam. Meski tidak ada korban jiwa, sebanyak 45 warga dari 10 KK terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
“Kami masih terus memperbarui data karena laporan di lapangan bergerak,” kata Sri Wahyuni Pancasilawati, Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumut dikutip dari Antara, Selasa (25/11/2025).
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah sudah melakukan asesmen dan evakuasi sejak awal kejadian.
Baca juga: 3.698 Rumah di Aceh Timur Terendam Banjir, Warga Mulai Mengungsi
Selain banjir, Antara juga melaporkan longsor memperparah kondisi di Tapanuli. Akses jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan putus total setelah badan jalan amblas di Kelurahan Rianiate, Angkola Sangkunur.
“Jalan yang putus itu tidak jauh dari kawasan Danau Siais dan terjadi karena hujan deras terus menerus,” ujar Julkarnaen Siregar, Kepala BPBD Tapanuli Selatan.
BPBD sudah melaporkan kondisi tersebut ke bupati, Dinas PUPR, hingga Balai Perbaikan Jalan Nasional. Petugas dari balai jalan juga telah turun melakukan asesmen awal.
Sambil menunggu keputusan teknis, BPBD mengimbau warga mencari rute alternatif Batangtoru–Natal karena jalur utama belum bisa dilalui.
Pusdalops Sumut mencatat tanah longsor terjadi di Sibolga, Gunungsitoli, Tapanuli Selatan, dan Nias Selatan pada 24 November.
Kondisi ini membuat beberapa jalur transportasi lumpuh dan sejumlah rumah rusak berat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara