INDOZONE.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur melaporkan 3.698 rumah warga di lima kecamatan, terendam banjir setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur Ashadi mengatakan banjir dengan ketinggian air 10 hingga 50 sentimeter membuat aktivitas warga lumpuh.
Sebagian warga memilih bertahan di rumah, namun sebagian lainnya harus dievakuasi karena debit air terus meningkat.
Baca juga: Sedikitnya 90 Tewas dan 12 Hilang akibat Banjir Besar di Vietnam Tengah
“Ketinggian air di beberapa titik mencapai 10 hingga 50 centimeter, membuat aktivitas warga lumpuh. Sebagian penduduk memilih bertahan di rumah, sebagian lainnya harus dievakuasi dan mengungsi karena air terus meningkat,” ujarnya di Aceh Timur, Senin (24/11/2025).
Di Kecamatan Simpang Ulim, sejumlah warga dari Desa Pucok Alu Sa (lima rumah) dan Desa Keude Tuha (satu rumah) mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga. Adapun rumah yang terendam banjir tersebar di beberapa kecamatan, yakni:
Baca juga: Lima RT di Kepulauan Seribu Terendam Banjir Rob
Selain permukiman, banjir turut merendam persawahan dan fasilitas publik. Di Gampong Leung Sa, Kecamatan Madat, masjid, meunasah, dan tiga sekolah ikut terdampak genangan.
Hujan lebat yang disertai angin kencang juga menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan, masing-masing di Desa Keude Tuha (Simpang Ulim), Desa Meunasah Hasan dan Matang Kupula Sa (Madat), serta Desa Baro (Julok).
“Saat ini, tim BPBD memantau dan mendata dampak bencana tersebut, baik banjir maupun angin kencang. Tim juga menyalurkan bantuan serta mengevakuasi warga yang membutuhkan,” kata Ashadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA