Gubernur DKI Pramono Anung melantik PPPPK (Natasya Indraswari/ZCreators)
INDOZONE.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi melantik dan mengambil sumpah/janji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I Formasi Tahun 2024 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Pelantikan ini menandai langkah penting dalam penguatan aparatur sipil negara di Ibu Kota, dengan diresmikannya 2.703 pegawai baru sebagai bagian dari keluarga besar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Para pegawai diangkat berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 658 Tahun 2025 tanggal 14 Agustus 2025. Dalam seleksi pengadaan PPPK 2024, tersedia 4.826 formasi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.652 orang dinyatakan lulus. Pemprov DKI akan melaksanakan pelantikan dalam dua tahap, yakni tahap I pada 21 Agustus 2025 dengan jumlah 2.703 orang; dan tahap II pada 1 Oktober 2025 sejumlah 1.949 orang.
Adapun formasi PPPK Tahap I terdiri dari guru (304 orang), tenaga kesehatan (61), dan tenaga teknis (2.338).
Mereka yang dilantik merupakan tenaga honorer eks Kategori II dan Pegawai Tidak Tetap di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan apresiasi atas perjuangan para peserta yang telah melewati proses seleksi ketat dan transparan.
“Mulai hari ini saudara-saudara resmi menjadi bagian dari keluarga besar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan tanggung jawab sesuai jabatan fungsional masing-masing,” ujar Pramono.
Baca juga: Bandel! Pabrik Genesis Regeneration Smelting Disetop KLHK, Diduga Impor Limbah Berbahaya
Ia menegaskan, dengan status baru sebagai PPPK, para pegawai terikat hak dan kewajiban sesuai UU Manajemen ASN serta harus menjunjung tinggi Core Values ASN BerAKHLAK.
“BerAKHLAK berarti berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Nilai-nilai inilah yang menjadi pedoman utama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Jakarta,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pramono menekankan peran penting PPPK dalam mendukung transformasi Jakarta menuju pusat perekonomian nasional sekaligus kota global.
“Untuk mendukung perwujudan visi tersebut, dibutuhkan SDM ASN yang berwawasan luas, berpikir kreatif, inovatif, dan mampu beradaptasi cepat dengan perkembangan zaman,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung