Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 31 JULI 2025 • 13:34 WIB

Indonesia Bisa Punya Tanah di Mekkah, Presiden Prabowo Dapat Lampu Hijau dari MBS

Indonesia Bisa Punya Tanah di Mekkah, Presiden Prabowo Dapat Lampu Hijau dari MBSPresiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS). (Dok. Humas Setpres)

INDOZONE.ID - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah Arab Saudi membuka pintu kepemilikan lahan hak milik (freehold) di Mekkah untuk pihak asing. Indonesia jadi salah satu negara pertama yang bersiap ambil bagian lewat dukungan langsung dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman kepada Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan langsung dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, soal perkembangan terbaru rencana pembelian tanah di Mekkah. Pertemuan digelar di Istana Merdeka, pada Rabu (30/7/2025) dan dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Rosan menyebut, laporan ini merupakan pembaruan dari hasil pertemuan Prabowo dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), beberapa waktu lalu.

“Sebenarnya lebih updating saja ke Bapak Presiden mengenai beberapa inisiatif yang kita lakukan, termasuk yang saya laporkan adalah proses untuk pembelian tanah di Mekkah. Karena itu akan melalui proses yang sudah dimulai oleh Royal Commission of Mekkah,” ujar Rosan dikutip dari laman Presiden RI, Kamis (31/7/2025).

Menurut Rosan, aturan kepemilikan lahan di Mekkah yang sebelumnya sangat ketat, kini telah berubah. Pihak asing kini diperbolehkan memiliki tanah di kota suci tersebut dengan status hak milik atau freehold.

“Undang-undang dari Arab Saudi ini diubah untuk kepemilikan, boleh dimiliki oleh pihak asing di Mekkah. Jadi ini adalah tanahnya itu freehold, hak milik. Untuk pertama kali ini diubah,” jelas Rosan.

Baca juga: Presiden Prabowo Disebut Telah Restui Nama Wakapolri Baru, Bakal Diumumkan Secepatnya!

Kebijakan bersejarah ini akan mulai berlaku efektif Januari 2026. Pemerintah Indonesia pun sudah mulai bergerak cepat.

Rosan mengungkapkan, saat ini ada delapan plot tanah yang ditawarkan, dengan jarak bervariasi dari Masjidil Haram. Mulai dari yang hanya 1 kilometer, 2 kilometer, hingga yang langsung berdempetan dengan area suci.

“Ada yang jaraknya dari 1 kilo, ada yang 2 kilo, ada yang nempel. Nah kita akan mengikuti prosesnya,” kata Rosan.

Arab Saudi juga meminta Indonesia menyiapkan desain pembangunan dan rencana infrastruktur paling lambat Oktober 2025. Proyek ini sepenuhnya merupakan tindak lanjut dari permintaan pribadi Presiden Prabowo ke Putra Mahkota MBS.

Baca juga: Wapres Gibran: Presiden Prabowo Contoh Pemimpin yang Gandeng Pendahulunya

“Ini karena memang waktu itu permintaan langsung dari Bapak Presiden ke Crown Prince MBS dan disetujui, sehingga proses ini sudah berjalan dan ini menjadi satu bukti nyata juga bahwa apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden, insyaallah bisa terlaksana,” tambahnya.

Soal siapa yang akan memimpin proyek, Rosan menyebut nama Danantara. Detail harga dan luas lahan belum final karena karakteristik tiap plot berbeda-beda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Setpres

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Indonesia Bisa Punya Tanah di Mekkah, Presiden Prabowo Dapat Lampu Hijau dari MBS

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!