Apa Itu Delta Force? Mengenal Sejarah, Misi Khusus, dan Seleksi Brutal Pasukan Tier 1 Milik AS
INDOZONE.ID - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melakukan operasi tak terduga pada Sabtu lalu. AS secara mendadak menyerang ibu kota Venezuela, Caracas, dan melakukan penculikan kepada Presiden Nicolas Maduro.
Untuk melancarkan operasi tersebut, pemerintah AS tak tanggung-tanggung dengan langsung menurunkan pasukan tier 1 mereka, yakni Delta Force. Dalam operasi ini, Delta Force sejatinya tak jalan sendiri, namun juga dibantu oleh CIA.
Akan tetapi sebagian besar aksi pengamanan untuk memuluskan rencana 'mengamankan' Presiden Maduro memang dilakukan sebagian besar oleh pasukan khusus Delta Force.
Kini muncul pertanyaan mengenai seperti apa sih sejarah terbentuknya Delta Force? dan misi-misi yang pernah mereka kerjakan? Maka dari itu, Indozone pun akan menjelaskan secara detail mengenai kiprah Delta Force sebagai pasukan tier 1 AS.
Mengenal Delta Force: Pasukan "Hantu" Paling Elit Milik AS
Delta Force, secara resmi dikenal sebagai 1st Special Forces Operational Detachment-Delta (1st SFOD-D), adalah unit elit Angkatan Darat AS yang memiliki spesialisasi dalam kontra-terorisme, penyelamatan sandera, dan pengintaian langsung terhadap target bernilai tinggi.
Bersama dengan SEAL Team Six dari Angkatan Laut, Delta Force berada di bawah komando JSOC (Joint Special Operations Command) dan diklasifikasikan sebagai unit Tier 1—level tertinggi dalam hierarki pasukan khusus yang mendapatkan pendanaan, pelatihan, dan peralatan paling mutakhir.
1. Sejarah Singkat Pembentukan
Delta Force dibentuk pada tahun 1977 oleh Kolonel Charles Beckwith. Setelah bertugas sebagai perwira pertukaran dengan unit SAS (Special Air Service) Inggris, Beckwith menyadari bahwa militer AS membutuhkan unit kecil yang lincah dan mandiri untuk menangani terorisme internasional yang saat itu mulai marak.
2. Misi Utama Delta Force
Berbeda dengan infanteri biasa atau bahkan Pasukan Khusus (Green Berets) yang fokus pada pelatihan militer asing, Delta Force memiliki misi yang sangat spesifik:
- Counter-Terrorism: Menumpas kelompok teroris di seluruh dunia.
- Hostage Rescue: Menyelamatkan sandera dalam situasi paling berisiko (misalnya di dalam pesawat atau gedung yang dibajak).
- Direct Action: Serangan kilat untuk menghancurkan fasilitas musuh atau menangkap target utama.
- Executive Protection: Melindungi jenderal bintang empat atau pejabat tinggi negara di zona perang.
Baca juga: Jalani Pemeriksaan 10 Jam Kasus Ijazah Palsu, Bareskrim Tak Tahan Wagub Babel Hellyana
3. Rekrutmen dan "The Long Walk"
Seseorang tidak bisa langsung mendaftar menjadi anggota Delta Force. Mereka merekrut prajurit yang sudah berpengalaman, biasanya dari Army Rangers atau Green Berets.
Proses seleksinya sangat legendaris dan brutal, puncaknya adalah "The Long Walk":
- Calon anggota harus berjalan sejauh 64 km sendirian di medan yang sulit (pegunungan).
- Mereka membawa beban tas seberat 20 kg lebih tanpa peta dan kompas yang pasti, serta dalam batas waktu yang sangat ketat.
- Tujuannya bukan hanya menguji fisik, tapi ketangguhan mental untuk tetap berpikir jernih saat kelelahan ekstrem.
4. Perbedaan: Delta Force vs Navy SEALs
Banyak orang sering tertukar antara keduanya. Berikut adalah perbedaan mendasarnya:
Delta Force (Army)
- Matra: Angaktan Darat (US Army)
- Gaya Operasi: Cenderung lebih senyap, sering berpakaian sipil agar membaur.
- Seleksi: Merekrut dari unit elit lain (Rangers/Green Berets).
- Rahasia: Keberadaannya jarang diakui secara resmi oleh Pentagon.
Navy SEALs (Team 6)
- Matra: Angkatan Laut (US Navy)
- Gaya Operasi: Sering melakukan operasi maritim (air) dan serangan frontal.
- Seleksi: Memiliki jalur rekrutmen sendiri dari pendidikan dasar SEALs.
- Rahasia: Lebih dikenal publik (sering muncul di film dan buku).
5. Operasi Terkenal yang Pernah Dilakukan
Meski sebagian besar misi mereka bersifat rahasia (classified), beberapa operasi besar yang akhirnya terungkap ke publik adalah:
- Operation Red Dawn (2003): Penangkapan diktator Irak, Saddam Hussein, yang ditemukan bersembunyi di dalam lubang bawah tanah.
- Penumpasan Abu Bakr al-Baghdadi (2019): Penyerbuan markas pemimpin ISIS di Suriah.
- Operation Kayla Mueller: Misi penyelamatan sandera dan penumpasan tokoh-tokoh kunci terorisme global.
Delta Force adalah instrumen bedah presisi bagi pemerintah AS. Mereka tidak bergerak dalam jumlah besar, melainkan dalam tim-tim kecil yang sangat terlatih untuk menyelesaikan masalah yang tidak bisa diselesaikan melalui jalur diplomasi atau militer konvensional.
Mereka merupakan prajurit yang "tidak ada" secara administratif, namun hadir di garis depan saat pemerintah AS berada dalam ancaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Washington Post