Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 23 APRIL 2025 • 12:52 WIB

Banyak Kasus Pelecehan yang Tidak Dilaporkan hingga Ada Upaya Membungkam Suara Korban

Banyak Kasus Pelecehan yang Tidak Dilaporkan hingga Ada Upaya Membungkam Suara KorbanIlustrasi pelecehan seksual.

INDOZONE.ID - Pelecehan seksual bukanlah isu baru di Indonesia, namun kasus-kasusnya terus bermunculan, seringkali melibatkan pelaku dari profesi yang seharusnya melindungi dan melayani masyarakat. 

Pada Maret 2025, publik dikejutkan oleh kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi di Universitas Padjadjaran (Unpad), terhadap anak pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. 

Korban masih dalam pengaruh obat bius saat tindakan bejat tersebut dilakukan. 

Kasus ini menegaskan bahwa kekerasan seksual bukan hanya tentang nafsu sesaat, tetapi juga berkaitan erat dengan relasi kuasa dan penyalahgunaan kepercayaan masyarakat terhadap profesi tertentu.

Komisioner Komnas Perempuan, Devi Rahayu, menyoroti bahwa relasi kuasa menjadi faktor utama dalam kasus-kasus semacam ini. 

"Di mana ada kedudukan yang tidak seimbang, dan pihak yang satu bergantung pada pihak yang lain," jelas Devi kepada Indozone di Jakarta, Senin (21/04/2025).

Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap profesi tertentu sering dimanfaatkan pelaku untuk memanipulasi korban atas dasar profesionalisme pekerjaan.

Menurut Catatan Tahunan (CATAHU) 2023 dari Komnas Perempuan, terdapat 289.111 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan, dengan 3.303 di antaranya merupakan kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan seksual. 

Baca Juga: Datang untuk Berobat, Pasien Malah Alami Pelecehan Seksual oleh Dokter di Malang

Meskipun angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, Komnas Perempuan menegaskan bahwa data ini hanya mencerminkan kasus yang dilaporkan.

Komnas Perempuan meyakini ini sebagai gunung es, karena angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi, sebab banyak kasus yang tidak dilaporkan. 

Sementara itu, survei oleh Indonesia Judicial Research Society (IJRS) pada 2021 mengungkapkan bahwa 71,8% responden pernah mengalami kekerasan seksual, baik secara langsung maupun melalui orang terdekat. 

Sebagian besar korban adalah perempuan, dengan 99% pelaku merupakan laki-laki.

Sebanyak 59,9% kasus terjadi di rumah sendiri, dan 87,9% pelaku adalah orang yang dikenal korban.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release, Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Banyak Kasus Pelecehan yang Tidak Dilaporkan hingga Ada Upaya Membungkam Suara Korban

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!